Berita

Halaqoh Fiqih Peradaban, NU Organisasi Imajinatif dalam Berbangsa dan Bernegara

PERADABAN.ID – KH Asep Salahudin mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang mempunyai imajinasi luar biasa dalam konteks berbangsa dan bernegara. Sebab menurutnya, NU mampu melakukan negosiasi dengan masa lalu atau tradisi, dan bisa bercakap dengan masa depan.

“Kita tidak berhenti pada masa lalu namun juga ada upaya, ada sebuah ikhtiar untuk membangun jalan tentang bagaimana kita mengenang masa lalu yang lebih gemilang,” katanya saat memberi materi dalam Halaqoh Fiqih Peradaban di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2022).

Almuhafazhah alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah menjadi qanun atau teori yang relevan bagi NU untuk menghadapi realitas-realitas baru. NU tidak gagap dan memaksakan fiqih lama yang sudah tidak relevan untuk didudukkan dalam realitas-realitas yang konteksnya sangat berbeda dengan masa lalu.

Baca Juga

Akan tetapi, dirinya menyadari bahwa belakangan ini hadir kelompok-kelompok tertentu yang memaksakan fiqih abad pertengahan dalam realitas yang sudah jauh berbeda, terutama kaitannya dalam bernegara dan berbangsa.

“Dua dekade terakhir ada banyak kelompok, ada banyak organisasi di kita, yang mereka berkiblat kepada fiqih abad pertengahan,” imbuhnya.

Minat kelompok atau organisasi kemasyarakatan dan keagamaan itu, yang menjadikan masa lalu sebagai sesuatu yang ideal, termasuk sistem khilafah, yang konteksnya tidak ada di negara kita, hanya melambangkan ketidaksanggupan kita menawarkan konsep-konsep baru.

“Saya sering berpikir, minat kita untuk menjadikan masa lalu sebagai sumber rujukan, sebagai sejarah ideal, melambangkan ketidaksanggupan kita menawarkan konsep-konsep baru,” tegasnya.

Diinisiasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Halaqoh Fiqih Peradaban merupakan program besar yang diproyeksikan untuk membangkitkan kembali semangat percakapan ulama, kaitannya dalam pergulatan kemanusiaan dan keagamaan, terutama menjelang usia satu abad pada tahun mendatang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button