Gus Rifqi ke Ansor Jepang: Perkuat Kaderisasi dan Jadilah Muadzin Kekuatan Ansor ke Masyarakat Mancanegara

PERADABAN.ID – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor A. Rifqi Al Mubarok meminta Ansor Jepang menjadi muadzin kekuatan organisasi ke masyarakat mancanegara.
Hal ini disampaikan dalam arahannya saat menghadiri Konferensi Cabang GP Ansor Jepang di Masjid NU At Taqwa Koga, Ibaraki, Jepang pada Selasa (31/12).
“Hal ini (kaderisasi) terus diulang saya ucapkan, dari Konfercab ke Konfercab, dari daerah satu ke daerah lain, jangan pernah lupakan kaderisasi,” katanya.
Menurutnya, kaderisasi merupakan hal utama selain kegiatan-kegiatan organisasi lainnya. Ia menegaskan bahwa kaderisasi adalah denyut organisasi yang bisa menggerakkan mimpi-mimpi besar organisasi, termasuk ekonomi.
“Teruslah lakukan kaderisasi, perluas khidmahnya di bidang ekonomi. Insyaallah Ansor akan terus hidup, terus relevan di tengah tantangan zaman yang tak berkesudahan,” tambahnya.
Baca juga:
- Renungan Akhir Tahun 2024: Konsolidasi, sebuah Keharusan bagi NU
- Catatan Akhir Tahun 2024: Menuju ANSOR MASA DEPAN
Gus Rifqi mengingatkan, bahwa konsolidasi organisasi saat ini dipacu melalui aktivitas ekonomi. Ansor saat ini mendorong agar aktivitas ekonomi bisa menyentuh kesadaran, persepektif dan gerakan kader.
“Pacuan khidmah kita kepada organisasi dan Nahdlatul Ulama sedang diakselerasi untuk menyentuh hal fundamental kader-kader kita, yaitu ekonomi,” ujar Gus Rifqi.
“Rumusnya, tidak hanya ingin meenjadikan kader bertambah materi, tetapi juga bagaimana mendorong organisasi inklusif, memberikan dampak kepada masyarakat luas,” imbuhnya.
Maka, perangkat organisasi juga sudah disiapkan untuk aktivitas ekonomi kader. “Rumahnya adalah BUMA, penopangnya SDM melalui Ansor University, perangkat digitalnya SIApps dan ceruk gerakan kita Ansor Hub, yakni penggalangan kekuatan anak muda,” Gus Rifqi menambahkan.
Atas hal tersebut, Gus Rifqi meminta kepada seluruh kader Ansor Jepang untuk bersama-sama menjadi muadzin kekuatan organisasi kepada masyarakat mancanegara. Menjadi suara untuk menjembatani nilai-nilai Islam Aswaja, termasuk juga segudang kekuatan yang bisa dikerjasamakan baik dalam konteks pendidikan, kebudayaan, hingga ekonomi.
Gus Rifqi mengapresiasi kegiatan Konfercab yang digelar menjelang pergantian tahun. Menurutnya, ini menjadi simbol optimisme organisasi, yakni sebuah ruang penyempurnaan di kepengurusan selanjutnya tepat pada tahun 2025. Sekaligus, melanjutkan program-program baik yang sudah dilakukan periode sebelumnya.



