Berita

KH Anwar Iskandar: NU adalah Pilar Utama Persatuan Bangsa

PERADABAN.ID  – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Anwar Iskandar mengatakan bahwa posisi NU adalah menjadi pilar utama persatuan bangsa Indonesia.

“Apapun yang terjadi persatuan Indonesia harus menjadi prioritas kita semua, dan NU berada pada posisi menjaga dan menjadi pilar utama dari persatuan bangsa Indonesia,” kata Kiai Anwar dalam Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah di Masjid Al Akbar, Surabaya, Sabtu (22/10).

Kiai Anwar berpendapat bahwa dalam waktu dekat ini, bangsa Indonesia menghadapi sebuah momentum peristiwa yang amat penting.

“Momentum penting itu akan menentukan apakah bangs aini bisa tinggal landas untuk menuju neagara maju yang bisa memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya/sebaliknya,” ujarnya.

Baca Juga

“Dan kita tahu semuanya, bahwa persatuan Indonesia. Stabilitas Indonesia adalah segalanya buat kita. Hak politik adalah hak setiap warga, perbedaan adalah sebuah keniscayaan, akan tetapi penggunaan hak politik, hak demokrasi sama sekali tidak boleh merobek persatuan Indonesia,” tegasnya.

Pengasuh Pesantren Al-Amien Kediri itu juga mengingatkan agar membaca shalawat sebagai warisan leluhur Nahdlatul Ulama harus dijaga dengan baik.

“Mari kita sekarang berjuang untuk Ahlussunnah wal jamaah, Nahdlatul Ulama, untuk kejayaan agama Allah, dan itu tidak sia-sia. Allah akan memperhatikan pikiran-pikiran dan langkah kita dalam menyejahterakan bangsa dan negara,” tukasnya.

Baca Juga

Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah di Masjid Al Akbar ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Santri 2023 dan diikuti oleh seluruh santri dan warga NU di sekitar wilayah Surabaya.

Bertindak sebagai pemimpin pembacaan Shalawat Nariyah adalah KH A Said Asrari selaku Katib Aam PBNU, pembaca tawasul KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam PBNU dan hadir beberapa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Selain itu, pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah juga dibaca di seluruh penjuru negeri, mulai dari pengurus Nahdlatul Ulama tingkat wilayah hingga ranting, pun dengan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button