Dipanggil Komika dalam Nahdlatut Tujjar Fest, Humor Habib Ja’far: Diprank Nahdliyin

PERADABAN.ID – Habib Husein Ja’far Al Hadar menjadi salah satu bintang tamu pembukaan Nahdlatut Tujjar Fest Bazar UMKM, Kuliner dan Inovasi, salah satu rangkaian menyambut Resepsi Puncak Satu Abad NU, pada Rabu (1/2/2023).
Pembawa acara mengawali, bahwa dalam pembukaan acara para hadirin akan dibuat ketawa karena kedatangan satu komika sebagai bintang tamu.
“Kok bisa komika loh, nahdliyin kok ngeprank Habaib itu loh, kan harusnya nahdliyin hormat habaib,” katanya di atas panggung, sambil disambut tawa.
Akan tetapi, dirinya merasa senang berada dalam kegiatan yang berlangsung selama 7 hari di Alun-alun dan GOR Delta Sidoarjo itu.
“Senang sekali pada malam hari ini, saya berada di tengah-tengah Nahdlatut Tujjar Festival sebagai salah satu rangkaian utama Satu Abad Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.
Baca juga:
- Nahdlatut Tujjar Fest, Gerakan Ekonomi NU Menuju Aksi Korporasi Bisnis di Abad Kedua
- Rangkaian Harlah Satu Abad NU Potret Kesiapan NU Memasuki Tantangan Abad Kedua
Dirinya merasa bingung atas permintaan panitia untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Apakah saat kedatangannya menyampaikan stand-up, ceramah, atau nyanyi.
“Kayaknya panitia berpikir, pokoknya dihadirkan saja Habib (Ja’far). Saya melihat panggungnya saja, panggung sebesar ini, alun-alun sebesar ini, itu saya harus ngapain, saya sudah merasa bingung,” lanjutnya.
Menurutnya, dirinya pernah diundang Muhammadiyah dan tidak diprank sebagaimana yang terjadi dalam Nahdlatut Tujjar Fest.
“Seharusnya kan yang ngeprank saya Muhammadiyah, bukan NU ya,”
Cerita Bib Ja’far, panggilan akrabnya, dirinya bangga kalau NU meyakini musik tidak haram. Sebab menurutnya, hidup tidak ada musik agak repot.
“Saya setuju musik itu haram dalam tiga hal. Pertama, spellingnya salah, ada tambahan huruf R, musik jadi musrik. Kemudian yang kedua kalau yang nyanyi fals. Nah suara yang sumbang bisa juga mencelakakan orang lain,”
Baca juga Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
Sementara yang ketiga, musik yang haram adalah suara sendok dan garpumu ketika kau makan sedangkan tetanggamu kelaparan mengutip Jalaluddin Rumi.
“Selebihnya musik itu halal, bahkan baik. Saya sebut baik kenapa, karena dakwah Islam itu justru didukung oleh musik dan semakin besar pengaruhnya karena musik,”




One Comment