Jadi Penyangga Pangan Nasional, Addin Beberkan Potensi Ansor Support Program Pemerintah di Lampung

PERADABAN.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H. Addin Jauharudin mengatakan Ansor memiliki potensi dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan. Apalagi, Lampung ditengarai sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Hal ini sampaikan saat menghadiri inaugurasi Pimpinan Wilayah GP Ansor Lampung di Ballroom UIN Raden Intan Lampung, Bandar Lampung pada Minggu (8/6).
“Lampung menjadi bagian dari supporting program pemerintah terkait dengan lumbung pangan nasional. Oleh karena itu, GP Ansor sudah mencanangkan perlunya penguatan ekonomi kader, salah satunya di sektor pangan,” kata Addin.
Addin menyebut upaya keterlibatan GP Ansor di sektor pangan meliputi bidang pertanian, perkebunan, peternakan dengan 4 profesi usaha, yaitu sebagai penyuluh, pelaku, pengelola logistik, hingga pengelola limbah.
“Lampung sebagai pusat pertumbuhan pangan, sahabat-sahabat harus mulai memaksimalkan sumber daya alam mana yang paling relevan sesuai dengan kondisi daerah. Kita konsolidasikan kekuatan kita, sehingga ekonomi Ansor tumbuh,” imbuhnya.
Baca juga:
- Tahun 2025, GP Ansor Terima Kurban 17 Sapi dan 4 Kambing
- Gus Yaqut Salat Iduladha di Kampung Halaman, Khidmat di Tengah Santri dan Warga Rembang
Selain hal itu, potensi yang dimiliki kader Ansor di Lampung terletak pada posisi strategis Lampung yang menjadi sentrum pergerakan Nahdlatul Ulama di pulau Sumatera. Sehingga memudahkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan kader demi keterlibatan aktif pembangunan wilayah dan nasional, termasuk dalam sektor pangan.
“Harapan kita besar, bagaimana Lampung ke depan lebih terorganisir dan terarah membangun militansi kekuatan dan kebesaran NU. Maka nanti Lampung ke depan, kita coba menginisiasi menjadi sentrum penguatan pendidikan, diklat-diklat, untuk pembangunan wilayah Sumatera Selatan dan Sumatera pada umumnya,” terang Addin.
Addin juga berpesan kepada kader Ansor Lampung, agar suasana kondusif hingga 2029 dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Kedua, Addin menekankan pentingnya kesadaran dalam membangun lembaga pendidikan yang modern dan bertaraf internasional. Ketiga, adalah persebaran komoditas ekonomi.
“Kita ketahui saat ini adalah kondisi kondusif, tidak ada agenda politik. Semua agenda organisasi kita tata selama 3-4 tahun ke depan. Jika sudah ditata dengan baik, maka 2029 yang memang mengambil jalur politik sudah kita siapkan sejak sekarang. Saya yakin tidak ada yang mustahil,” pungkasnya.



