PBNU Siap Bersinergi dengan Banyak Pihak untuk Tingkatkan Kesejahteraan Sosial

PERADABAN.ID – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Amin Said Husni mengatakan bahwa PBNU senantiasa menyambut baik sinergitas dengan banyak pihak dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.
Bentuk sinergitas tersebut di antaranya seperti kerja sama PBNU dengan Kedutaan Besar Tiongkok dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan juga ikut memajukan peradaban dunia.
“Kerja sama di bidang peradaban ini sangat penting karena sudah tidak ada lagi berbicara dengan agama atau etnis tetapi adalah cita-cita bersama untuk mewujudkan kemanusiaan,” kata H Amin Said Husni.
Baca Juga
- Berita dan informasi Gus Yahya terbaru
- Dorong Reformasi Madrasah, Gus Yahya: Perkuat Integrasi Sosial dalam Masyarakat yang Super-Heterogen
“Ini adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah Tiongkok untuk mewujudkan itu,” lanjutnya saat penyerahan secara simbolis Tebar Sembako dan Buka Puasa Bersama Kedutaan Besar Tiongkok di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (4/4/2023).
Pada kesempatan tersebut Amin Said berpesar kepada NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) agar bantuan yang bersumber dari berbagai pihak dikelola dengan baik dan disampaikan kepada mereka yang berhak.
Hal ini ditanggapi H Moesafa selaku Sekretaris LAZISNU PBNU bahwa penyarluran dan distribusi zakat, infak dan sedekah (ZIS) dilakukan melalui 5 program besar, yaitu: kesehatan, pendidikan, ekonomi, kebencanaan, dakwah dan kemanusiaan.
Baca Juga Gus Yahya Menitipkan Wacana Fikih Peradaban di Lingkungan Akademik
“Acara saat ini warga yang didatangkan. Namun untuk yang lainnya kami yang akan mengantarkan langsung sembako-sembako ini,” kata Moesafa.
Moesafa juga berharap para penerima manfaat yang hadir pada hari itu kelak akan berubah menjadi status Muzakki, yaitu orang yang berzakat.
Sementara itu, Kedutaan Besar RRT, HE Zhou Kan mengungkapkan Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga yang baik.
Baca Juga
- Pesan Gus Yahya di Momen Mudik Lebaran Pertama di Abad Kedua NU
- 3 Pesan Alvara Research Center Bagi Gen Z Agar Tidak Cepat Punah
Islam diperkenalkan ke Tiongkok sejak abad ke-7 Masehi. Kini sudah terdapat lebih dari 23 juta muslim dan sekitar empat puluh ribu masjid di Tiongkok. Seperti di Indonesia, Muslim Tiongkok menikmati kebebasan beragama, termasuk hak untuk beribadah, berpuasa, dan menjalankan haji.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan konstribusi yang lebih besar dalam memperkuat persahabatan Tiongkok-Indonesia bersama dengan NU. Kami juga menyambut teman-teman dari NU untuk mengunjungi Tiongkok,” imbuhnya.
“Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga Ramadhan ini membawa berkah, kesehatan dan kelancaran bagi kita semua,” pungkasnya.




2 Comments