Kala Gus Addin Bicara Keunikan dan Postur Ideal Banser

PERADABAN.ID – Dua rangkaian kegiatan dalam memperingati Harlah ke-90 Gerakan Pemuda Ansor melibatkan aktivitas fisik yang cukup melelahkan.
Pertama adalah Gowes 90 KM dari Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta Pusat sampai Pondok Pesantren Al Baqiyatussholihat, Cibogo. Dan yang kedua adalah menyelam di bawah laut dan mendaki puncak Gunung Ijen dalam gelaran Ansor Go Green di Banyuwangi.
“Dalam rangka Harlah ke-90 tahun napak tilas yaitu sepeda bersama-sama. Kurang lebih 90 KM. Sahabat-sahabat tidak meyakini akan sampai ke tujuan,” kenang Gus Addin di Malaysia, Minggu (12/5).
Barangkali, lanjut Gus Addin, jarak tempuh yang mampu dilalui hanya berkisar 10-20 KM. Lintas tempuhan itu, dilakoni tanpa latihan. Bahkan di posko tempat pemberhentian dan istirahat, peserta justru ada yang merokok.
Baca juga:
- NU Care-LAZISNU Terima Donasi 300 Juta, Komitmen Bantu Daerah Terdampak Bencana Gempa Bawean
- Viral Pernikahan Anggota Banser di Banyuwangi, Netizen: Wedding Dream Lur
“Inilah salah satu keunikan Ansor dan Banser. Kemarin dalam rangka ulang tahun kami ke Banyuwangi. Menyelam ke dasar lautan dan malamnya naik ke Gunung Ijen,” Gus Addin melanjutkan.
Keunikan ini, tidak lain adalah berkah bagi Ansor dan Banser. Karena pada dasarnya, yang dilakukan dalam dua rangkaian kegiatan tersebut, bukan semata dan diniatkan untuk olahraga. Akan tetapi, sebagai manifestasi khidmat kepada para muassis NU, para kiai dan ulama.
Tak heran, jika Gus Addin mengandaikan keunikan ini dikonversi ke dalam hal yang lebih serius. Entah dilatih atau tidak, agar postur sahabat Banser juga kian mendekati postur ideal. Seperti yang ia contohkan, postur ideal sahabat Banser seperti sahabat Banser Malaysia.
“Ini mungkin postur tubuh ideal (Banser Malaysia) bagi Banser,” imbuhnya disambut gelak tawa hadirin.




2 Comments