Berita

Tegas! PBNU Minta Kontestan Politik Tidak Peralat Identitas NU

PERADABAN.ID – Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar meminta kontestan yang akan terlibat dalam kontestasi Pemilu tidak menggunakan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengais suara.

“Kita tidak ingin identitas-identitas NU nanti dibawa-bawa dalam cari suara, untuk mencari suara Pilpres, Pileg, atau apa saja lah,” kata Kiai Anwar dikutip dari NU Online, pada Senin (8/8/2022).

Saat ini NU akan menjalankan politik kenegaraan yang mengayomi seluruh kepentingan anak bangsa. Beliau pun menjelaskan, bahwa politik NU berorientasi menyelamatkan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“PBNU sudah mencanangkan tekad besar bahwa NU harus menjadi rumah yang mengayomi seluruh warganya dari latar belakang politik apapun,” tegasnya.

Baca Juga

Sebelumnya, dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Forum Pemred, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meminta kepada para kontestan politik tidak menggunakan identitas sebagai senjata di kompetesi 2024 yang akan datang.

“Dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata,” kata Gus Yahya, Jumat (5/8/2022)

Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu persatuan dan harmoni masyarakat. Meskipun kontestan menemukan kebuntuan di tengah kerasnya kompetesi yang ada, menurutnya, jangan sampai memperalat identitas, termasuk identitas Nahdlatul Ulama (NU).

“Sebuntu apapun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata. Apakah itu identitas etnik, identitas agama, termasuk identitas NU,” lanjutnya.

Mahfum dipahami, kontestasi yang memperalat identitas berdampak pada polarisasi yang dapat merusak harmoni dan persatuan. Padahal, kontestasi bisa menjadi medium pendewasaan dan pemersatu di antara kelompok masyarakat.

“Karna kita ingin semuanya terus bersatu, terus harmonis, apapun kompetisi yang akan berlangsung sekeras apapun,” tegas Gus Yahya.

Di hadapan para tokoh politik dan media itu, Gus Yahya berharap agar kesemuanya mempunyai komitmen untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, menonjolkan kualitas ketimbang kuantitas, pemberitaan yang berkualitas, serta memperhatikan kondisi alam dalam kegiatan bidang ekonomi. (Ibn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button