Berita

Terkait Dialog Antar Iman, Gus Yaqut: Ngestoaken Dawuh Mbah Yai Hasyim

PERADABAN.ID – Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa dialog antar iman merupakan bukti dan ngestoaken dawuh Maha Guru KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Hal ini tertuang dalam Naskah Pidato Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (13/2/2022).

“Yang kita lakukan hari ini menganugerahi tiga pemimpin umat bukti kita menuruti dan ngestoaken dawuh Mbah Yai Hasyim Asy’ari bahwa perbedaan iman bukan penghalang kita dan tidak pada permusuhan,” kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Baca juga:

Gus Yaqut melihat dialog antar iman, sebagaimana terimplementasi dalam Penganugerahan Doktor Kehormatan terhadap Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Perwakilan Muhammadiyah dr. Sudibyo Markus, M.B.A dan Prefek Dikasteri Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, M.C.C.J, justru menjadi fondasi kebersamaan untuk membangun kampus, bangsa dan dunia.

“Sungguh, pertikaian, saling menghina dan fanatic madzhab adalah musibah yang dan kerugian yang besar,” lanjutnya mengutip dawuh Mbah Yai Hasyim Asy’ari.

Gus Yaqut terus berkomitmen menjadikan moderasi beragama dan toleransi sebagai agenda prioritas. Selaku Menag, dirinya pun menegaskan kepada seluruh Perguruan Tinggi, Satker dan Kanwil di lingkungan Kementerian Agama.

Termasuk, apa yang dilakukan NU dalam deklarasi di 1 Abad NU yang menggelorakan kemanusiaan. Dalam hal ini, dakwah tidak semestinya dilakukan dengan cara memusuhi karena hanya akan merugikan.

Baca juga Anugerah Doktor Kehormatan, Pidato Ilmiah Gus Yahya Penuh Kelakar

Hal tersebut dilandasi oleh pernyataan KH Hasyim Asy’ari yang menegaskan bahwa dakwah dengan cara memusuhi seperti orang membangun kota, tetapi merobohkan istananya.

“Mari kita bangun persaudaaraan,” tegasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button