Gus Yahya: Tidak Ada Keputusan NU Tanpa Pertimbangan Agama

PERADABAN.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa setiap keputusan-keputusan yang diambil Nahdlatul Ulama (NU) selalu mempertimbangkan dan berdasar pada nilai-nilai agama.
“Sejak didirikan hingga sekarang, tidak ada satu pun keputusan NU kecuali didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan agama, pertimbangan-pertimbangan syariat,” terang Gus Yahya dalam Istigotsah Harlah ke-101 NU di Ponpok Pesantren Pandanaran Yogyakarta, Ahad (28/1).
Kepemimpinan NU, lanjutnya, adalah kepemimpinan syariat. Itulah sebabnya, di NU ada syuryah NU yang di dalamnya menjadi tempat para kiai ahli syariah untuk membuat keputusan-keputusan berdasarkan syariat.
“NU ini didirikan untuk niat akhirat, didirikan dengan harapan-harapan akhirat, dengan cara mengupayakan pelaksanaan dari tuntunan-tuntunan agama Allah,” lanjutnya.
Baca juga:
Maka menurut Gus Yahya, kalau sampai ada yang mempertanyakan atau ngarani setiap keputusan yang diambil NU tanpa pertimbangan fiqh berarti dia tidak mengetahui, mengenal, dan memahami hakikat NU.
“Maka, wewenang dari kepemimpinan NU, pada dasarnya adalah wewenang hukumah, itu berarti NU sebagai jamiyah, berada atau menjalankan fungsi imamah, dengan wewenang sebagaimana wewenang imam,” imbuhnya.
Dakuinya, bahwa memang terdapat perbedaan diantara para kiai yang mendorong didirikannya NU untuk mengonsolidasikan perbedaan pendapat tersebut untuk gagasan dan tujuan bersama.
“Apa pun pendapat kita masing-masing, apabila sudah ada ketentuan dan keputusan dari organisasi, maka semua perbedaan harus ditundukkan pada organisasi itu,” tegas Gus Yahya.




One Comment