Setuju dengan Pengukuhan IKN, Gus Yahya: Sistem Pertahanan Terpusat itu Mutlak

PERADABAN.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai bahwa kekuatan pertahanan Indonesia harus lebih diperkuat.
“Indonesia dengan 17,000 pulau ini dijaga dengan apa? Hari ini militer kita tidak cukup. Luas geografi Indonesia itu sama luasnya dengan Eropa. Kita tidak mungkin mengelola pertahanan kecuali membangun sistem pertahanan terpusat,” kata Gus Yahya dalam Halaqah Fikih Peradaban di Lirboyo, Kamis (28/12/23).
Gus Yahya menilai sistem pertahanan terpusat sebagai kebutuhan mutlak karena semua negara-negara besar juga sudah melakukan itu, seperti Amerika, Rusia, Inggris, China.
Baca Juga
- Berita dan informasi Gus Yahya terbaru
- Soal Sumber Daya Alam Indonesia, Gus Yahya: Waktu Kita Tinggal 11 Tahun Lagi
“Supaya kita punya sistem pertahanan terpusat, ini harus dibangun infrastruktur besar-besaran yang tidak boleh jauh-jauh dari ibukota karena pengendalinya harus Kepala Negara,” terang Gus Yahya.
“Maka sekarang, Pentagon tidak jauh dari Washington, pusat pertahanan Amerika Serikat. Kita harus bikin seperti itu,” lanjutnya.
Akan tetapi, Gus Yahya juga menyoroti kalau wilayah Jawa sudah tidak lagi mapan untuk dipakai sebagai pusat pertahanan karena sudah tidak muat.
“Nah, persoalannya, kalau Ibukota Jakarta, pusat pertahanannya di mana? Jawa ini sudah tidak ada tempat. Padahal kalau kita tidak bikin bagaimana caranya kita mempertahankan Mentawai, Nias, Merauke,” jelas Alumni Sosiologi UGM itu.
“Maka sejak awal saya setuju pengukuhan IKN, maka saya pilih pengukuhan PBNU di Balikpapan untuk mendukung IKN. Lah kita mau gimana? Samean mau menjadi pecundang selama-lamanya atau mau kuat?,” tantang Gus Yahya kepada hadirin.
Baca Juga
- Hadiri Natal Nasional 2023, Gus Yaqut: Kebaikan Tuhan Begitu Nyata di Negeri Ini
- Gus Yaqut Hadiri Pengukuhan 2302 Relawan Moderasi di NTB
Di samping itu Gus Yahya juga mengapresiasi pemilihan Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara baru.
“Kenapa di Kalimantan Timur? Karena, pertama, Kaltim itu perbatasan darat terpanjang Indonesia. Kedua, kegiatan ekstraksi sumberdaya itu terbesar di Kalimantan, dan dipilih Kalimantan Timur yang dekat dengan laut, sehingga ada akses dengan laut maka bisa dibangun pelabuhan ekonomi dan militer,” terang Gus Yahya.
“Saya tidak habis ngerti, yang nolak ini karena tidak paham atau karena ini penting. Kita tidak punya pilihan. Kita mau jaga negara ini dengan apa?,” tandas Gus Yahya menandaskan.




2 Comments