Seloroh Gus Yahya tentang Wali, Wali Kota dan Dukun

PERADABAN.ID – Di tengah Silaturrahim PBNU bersama PWNU dan PCNU se-Jawa Tengah, Gus Yahya mengeluarkan seloroh sebab dirinya mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum PBNU. Dirinya mengaku ada godaan atas gagasan-gagasan yang ingin direalisasikan.
“Namanya gagasan itu menggoda, ingin direalisasikan,” seloroh Gus Yahya.
Di samping itu, lanjut Gus Yahya, ada godaan lain yang sangat mendasar, ingin ditemui atau berkumpul dengan para wali.
“Karena saya melihat selama ini ketua umum NU itu selalu disrawungi wali-wali. Lah saya ini sudah karuan ndak mungkin punya kapasitas jadi wali sendiri” selorohnya diiringi gelak peserta.
Tetapi keinginan ini sampai sekarang belum juga kelihatan, masih tersembunyi. Alih-alih mengharapkan kerawuhan wali, hemat Gus Yahya, justeru bukan wali yang bertandang.
“Yang datang ke saya malah Wali Kota. Itu masih lumayan. Yang lain itu, yang banyak ya dukun-dukun, kalau gak bawa wangsit bawa jimat,” lanjutnya
Baca Juga
Dirinya semakin khawatir dan was-was, saat melihat sekelilingnya kian sedikit kiai-kiai yang berminat jadi wali. Termasuk juga, KH Mustofa Bisri sendiri pun tidak berminat menjadi wali.
“Beliau pernah cerita sekali waktu, Habib, Sayyid dari Jepara datang ke sini dan mengajak beliau untuk ziarah ke Hadramaut, makam-makam wali, supaya sesudah itu beliau bisa jadi wali,” cerita Gus Yahya.
Lantas, Kiai Mustofa justeru menjawab ‘kalau sudah jadi wali mau jadi apa?’. “Jadi kayaknya beliau gak berminat juga. Saya juga agak dek-dekan,” lanjutnya disambut tawa peserta.



