Haji Lancar, Kabar Bahagia dari Saudi

PERADABAN.ID – Menteri Agama (Menag) RI H Yaqut Cholil Qoumas melepas jamaah haji Indonesia Embarkasi Solo (SOC 2) ke Tanah Air. Pelepasan itu dilakukan pada 15 Juli 2022 sekitar pukul 09.55 WAS dan diperkirakan akan tiba di Bandar Internasional Udara Soekarno-Hatta, pada 16 Juli 2022, pukul 00.35 WIB.
Dalam upacara pelepasan jamaah haji Indonesia tersebut, Gus Yaqut – sapaan akrabnya – menyampaikan permohonan maaf pemerintah kepada para jamaah apabila dalam pelayanan pemerintah belum maksimal dan terdapat kekurangan.
Baca Juga Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
“Saya ingin menyampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian terima kasih kami dari pemerintah, sekaligus permohonan doa dan maaf dari pemerintah jika selama pemerintah memberikan pelayanan kepada Bapak/Ibu sekalian masih ada kekurangan di sana-sini,” tutur Gus Yaqut dalam sambutannya.
Gus Yaqut berjanji akan memperbaiki segala kekurangan selama prosesi ibadah haji tahun ini untuk perbaikan di tahun yang akan datang agar jamaah haji, para tamu Allah dari Indonesia di tahun berikutnya, menjadi lebih tenang, nyaman dan khusuk dalam menjalankan ibadah haji.
Di tengah-tengah sambutannya, Gus Yaqut menyampaikan salam dari Presiden RI Joko Widodo kepada para jamaah haji dan keluarga di rumah. Gus Yaqut juga memohon kepada para jamaah untuk terus mendoakan Indonesia agar menjadi negera yang nyaman dan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.
Baca Juga Haji Lancar, Kabar Bahagia dari Saudi
“Dan mohon agar terus didoakan agar negara kita menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ucap Gus Yaqut yang disambut teriakan amin dari para jamaah.
Gus Yaqut juga menyampaikan kepada para jamaah haji sekaligus mendoakan agar segala prosesi ibadah haji yang telah dilaksanakan, dengan menyita energi dan kelelahan fisik, mendapatkan predikat haji mabrur.
Teruntuk petugas haji, Gus Yaqut menghaturkan ucapan terima kasih karena selama memberikan pelayanan sudah bekerja menghiraukan lelah. Bahkan menurutnya, para petugas haji sudah menganggap jamaah haji sebagai orang tua, sehingga pelayanan yang diberikan bisa mencapai titik maksimal.




2 Comments