Lantik Ansor Sidoarjo, Gus Rifqi: Setiap Perubahan NU, Ada Ansor di Dalamnya

PERADABAN.ID – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor H. A. Rifqi Al Mubarok menilai setiap perubahan yang terjadi di tubuh NU, selalu ada GP Ansor di dalamnya. Dirinya menyontohkan saat NU mengusung tema peradaban di abad keduanya.
“Saya beranggapan bahwa, jika kita ingin melihat wajah baru NU, yang tidak boleh dilupakan adalah Sidoarjo. Sidoarjo saksi titik awal abad kedua NU,” kata Gus Rifqi saat melantik GP Ansor Sidoarjo di MPP Sidoarjo, pada Minggu (20/7).
“Dan jangan pernah lupakan, kendati peradaban adalah upaya distribusi gerakan kemanusiaan NU di kancah internasional. Ada Banser yang mengorkestrasi,” imbuhnya.
Baca juga:
- Tanam Jagung dan Launching Warung BUMA, Addin: Kader Ansor Bergerak Siapkan Lumbung Kemakmuran
- Ansor Purworejo Diminta Teladani Gus Apud, Gus Rifqi Singgung Potensi 8 Juta Kader Ansor
Bahkan menurutnya, orkestrasi Banser di tengah lapangan, membuat semua mata tertuju terhadap parade yang dipanggungkan. Dan ini bukan yang pertama dalam dinamika sejarah NU.
“Hampir acara-acara besar dalam sejarah NU, ada Banser di sana. Entah hanya sekadar memperagakan gerakan kepanduan, atau seperti yang terjadi di Sidoarjo, mengorkestrasi era baru,” ujar Gus Rifqi.
Dalam konteks peradaban menurut Gus Rifqi menjaga kaderisasi juga simpul kecil. Karena dalam kaderisasi itu, nilai-nilai agama dan kebangsaan dipatrikan kepada kader, sehingga saat ada yang bergerak ingin mengubah haluan negara, Ansor hadir di garda terdepan.
“Maka saat ingin mengaktivasi gerakan ekonomi yang berbasis kerakyatan, ekonomi yang berkeadilan dan merata, atau yang disebut dengan toleransi ekonomi melalui beragam wadah dan turunannya, disadari atau tidak, ini bagian dari menjaga peradaban itu sendiri,” ujar Gus Rifqi.
Dirinya berpesan, agar jangan sampai pengurus yang baru dilantik meninggalkan kaderisasi. Perkuat kaderisasi dengan empat karakteristik.
“Jangan sampai kader-kader melupakan karakternya, yaitu kerakyatan, kepemudaan, keislaman dan kebangsaan. Ini harus terus ada di sanubari pra kader. Jangan sampai copot dan dilepaskan,” tandasnya.



