Ketua PBNU Harap Pergunu Terapkan Pembelajaran Berbasis IT

PERADABAN.ID, JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hj. Khofifah Indar Parawansa berharap Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menerapkan pembelajaran berbasis IT. Pembelajaran berbasis IT dirasa penting sebagai upaya peningkatan kualitas diri dan kompetensi dalam menghadapi tantangan pendidikan.
“Pembelajaran berbasis IT diharapkan bisa diterapkan di madrasah-madrasah untuk mengikuti perkembangan era digitalisasi,” tutur Gubernur Jawa Timur itu dalam pembukaan Kongres ke-3 Pergunu yang digelar di Mojokerto, Jawa Timur, (27/5/2022).
Baca Juga Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
Kendati demikian, beliau mengingatkan bahwa Pergunu harus mampu mengintegrasikan pengetahuan umum dan ilmu umum sebagai realisasi dari penguatan keimanan dan kecerdasan spiritual.
“Guru Pergunu yang inheren dengan nilai-nilai agama seharusnya mampu memberikan contoh relevansi antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu agama kepada anak-anak,” pesan Khofifah sebagaimana dilansir NU online, (28/5/2022).
Khofifah secara resmi membuka Kongres ke-3 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, dengan simbolisasi menabuh rebana bersama tokoh dan tamu undangan lainnya.
Baca Juga Pendekar Chicago dan Warisan Kepulangannya
Di saat yang bersamaan, Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim melaporkan bahwa Pergunu telah mempunyai 34 pengurus wilayah (PW) di seluruh Indonesia.
“Serta 514 pengurus cabang (PC) kabupaten/kota dan 11 ribu pengurus anak cabang (PAC) yang sudah berdiri, dari total 17 ribu PAC seluruh Indonesia,” kata KH Asep.
Di samping menggarap dan mengawal problem besar masalah negara, Pergunu terus melaksanakan konsolidasi organisasi. Konsolidasi ini tidak lepas dari cita-cita Pergunu untuk mendorong Indonesia yang adil dan makmur.
“Pergunu punya cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh 1094 delegasi dari 34 wilayah provinsi dan 512 pengurus cabang kabupaten/kota seluruh Indonesia. Adapun tema yang diangkat dalam gelaran kegiatan ini adalah Guru Mulia, Membangun Peradaban Dunia.



