Dua Menteri Dukung Patriot Ketahanan Pangan GP Ansor Usai Ekspor Gula Kelapa ke Hungaria

4 minutes reading View : 71
Dedi Mujamil S.H.
Dedi Mujamil S.H.
News - 07 Jul 2026

Gerakan Pemuda (GP) Ansor kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui program Patriot Ketahanan Pangan. Komitmen tersebut mendapat dukungan langsung dari dua kementerian setelah pelepasan ekspor gula kelapa atau gula semut produksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabul Ciptaku dari Kabupaten Banyumas menuju Hungaria.

Kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama GP Ansor dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar produk unggulan desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Ekspor tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana produk hasil desa mampu menembus pasar internasional ketika memperoleh pendampingan, akses pasar, dan penguatan kelembagaan secara berkelanjutan.

Desa Ekspor Jadi Bukti Potensi Ekonomi Pedesaan

Pelepasan ekspor berlangsung di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Produk yang diekspor merupakan gula kelapa atau gula semut hasil produksi BUMDes Kabul Ciptaku dengan tujuan pasar Hungaria.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto secara langsung melepas pengiriman ekspor perdana tersebut. Berdasarkan data resmi Kementerian Perdagangan, volume ekspor mencapai 18,5 ton dengan nilai sekitar 35 ribu dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp586 juta.

Momentum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya saing produk desa sekaligus membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.

GP Ansor Perkuat Gerakan Patriot Ketahanan Pangan

Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menegaskan pelepasan ekspor tersebut bukan sekadar aktivitas perdagangan, melainkan bukti bahwa desa memiliki kapasitas besar untuk menjadi penggerak ekonomi nasional apabila mendapatkan dukungan yang memadai.

Menurut Addin, pemuda desa memiliki posisi penting sebagai penggerak pembangunan ekonomi sekaligus penjaga ketahanan pangan. Karena itu, GP Ansor terus mendorong lahirnya lebih banyak Desa Ekspor melalui gerakan Patriot Ketahanan Pangan.

Baca Juga:  GP Ansor Tempuh 90 Kilometer Menuju Mama Cibogo untuk Mengenang Jejak Ulama dan Semangat Perjuangan

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor gula kelapa menjadi contoh konkret bagaimana pemuda desa mampu menghadirkan nilai tambah bagi komoditas lokal sehingga memiliki daya saing di pasar global.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan usaha berbasis komunitas, serta perluasan jaringan pemasaran produk unggulan desa.

Dua Kementerian Bangun Sinergi Bersama GP Ansor

Dalam kesempatan yang sama, GP Ansor menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Perdagangan dan Kemendes PDT.

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kapasitas pemuda desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga fasilitasi akses pasar bagi produk-produk unggulan desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menilai penguatan BUMDes menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berangkat dari desa. Melalui sinergi lintas kementerian dan organisasi kepemudaan, pemerintah berharap semakin banyak desa mampu menghasilkan produk berorientasi ekspor.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan keberhasilan ekspor perdana tersebut menjadi bukti bahwa produk desa Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional apabila memperoleh pendampingan yang tepat.

Ekspor Gula Kelapa Buka Peluang Pasar Baru

Gula kelapa atau gula semut merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki permintaan cukup tinggi di berbagai negara karena digunakan sebagai pemanis alami dalam industri makanan dan minuman.

Keberhasilan BUMDes Kabul Ciptaku menembus pasar Hungaria membuka peluang bagi desa-desa lain untuk mengembangkan produk serupa dengan standar mutu ekspor.

Selain meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, kegiatan ekspor juga diharapkan mampu memperluas lapangan kerja di pedesaan melalui penguatan rantai produksi dari tingkat petani hingga industri pengolahan.

Baca Juga:  Tema dan Logo Hari Anak Nasional 2026: Ini Makna Lengkapnya

Model kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMDes, dan organisasi kepemudaan dinilai dapat mempercepat transformasi ekonomi desa secara berkelanjutan.

Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Program Patriot Ketahanan Pangan yang dijalankan GP Ansor tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga penguatan nilai ekonomi hasil pertanian melalui hilirisasi dan akses pasar.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan masyarakat desa, peningkatan produktivitas, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, desa diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang kompetitif di pasar internasional.

Keberhasilan ekspor gula kelapa ke Hungaria menjadi contoh bahwa penguatan kelembagaan desa, dukungan kebijakan pemerintah, serta keterlibatan generasi muda dapat menjadi kombinasi penting dalam membangun ekonomi rakyat yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Share Copied