Gus Yahya; Manzilah Harus Dilaksanakan dengan Ikhlas

PERADABAN.ID, JAKARTA – KH Yahya Cholil Staquf Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpesan kepada para santri agar manzilah yang diberikan Allah, harus dilaksanakan dengan ikhlas. “Manzilah yang disediakan Allah, harus dilaksanakan dengan ikhlas, dengan penuh dedikasi untuk berkhidmah,” pesan Gus Yahya sapaan akrabnya, dakutip dari laman YouTube Almunawwir TV.
Gus Yahya dalam video berdurasi kurang-lebih 8 menit itu, juga menceritakan dirinya yang tidak pernah punya cita-cita menjadi pengurus NU, atau bahkan kedudukan seperti juru bicara presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Dewan Pertimbangan Presiden. Beliau mengatakan bahwa kesemua itu adalah manzilah yang harus dilaksanakan sekuat-kuatnya.
Pesan ini disampaikan Gus Yahya agar santri mempunyai kesadaran dan keyakinan bahwa dalam mengaji atau menuntut ilmu diperuntukkan hanya untuk mardathillah (ridha Allah). Bukan untuk tujuan lain.
Baca Juga Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
“Karena selain itu, haram. Kalian kan kalau ngaji supaya nanti laku jadi pengurus NU itu haram. Itu tidak boleh ada motivasi selain mardhatillah,” jelasnya diiringi tawa tipis.
Gus Yahya mengaku bahwa dirinya menyaksikan peralihan dari era pra ke pasca millenial. Beliau menyaksikan kenyataan-kenyataan hari ini yang dulu sama sekali tidak terbayangkan. Tidak ada yang meramal bahwa keadaannya seperti ini, tiba-tiba terjadi.
Menurutnya, di masa depan, para santri juga akan menemukan realitas-realitas baru yang sekarang belum terbayangkan. Kesiapan para santri untuk merespon dengan baik dan tidaknya itu tergantung futuh minallah.
Baca Juga Rais Aam PBNU Kenang Kiai Ali Manshur
“Kiai-kiai kita ini tiba-tiba menghadirkan jawaban bagi pertanyaan sejarah secara tidak terduga, tapi menjadi solusi,” Gus Yahya memberikan contoh kerja-kerja futuh minallah sebagaimana dialami oleh kiai-kiai NU.
Jawaban solutif bagi peradaban yang diberikan, Gus Yahya kembali menegaskan, dikarenakan kiai mencurahkan segala energi dan mentalnya membangun keikhlasan di dalam menuntut ilmu.




One Comment