Berita

Memasuki Abad Kedua, Ini yang Harus Disiapkan Keluarga Besar NU

PERADABAN.ID, MALANG – Wakil Ketua Umum PBNU H Nusron Wahid meminta keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) harus menyiapkan diri sebaik mungkin guna memasuki abad kedua umur NU.

“Dinamika dan tantangan yang akan dihadapi di setiap zamannya akan berbeda-beda,” kata Nusron saat hadir pada acara halal bi Halal Ikatan Alumni Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang di Universitas Islam Raden Rachmat (Unira) Malang, Jawa Timur, Rabu (1/6/2022).

Menurut pria yang pernah menjadi Ketua umum Gerakan Pemuda Ansor ini, ada tiga hal yang harus dipersiapkan khususnya oleh para generasi penerus NU dalam menghadapi tantangan zaman ini.

Baca Juga Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru

Yang pertama adalah melahirkan para kader ulama dan aktivis yang mempertahankan Ilmal Ulama (Ilmu Ulama). Langkah ini menurutnya harus mendapatkan perhatian serius karena saat ini banyak para kiai dan aktivis yang anaknya tidak mengikuti jejak orang tuanya menjadi ulama dan aktivis. Dalam realita, ada saja para generasi yang diharapkan menjadi penerus orang tuanya menjadi aktivis NU malah berubah amaliah, fikrah dan harakah yang bertentangan dengan NU setelah merantau kuliah di perguruan tinggi.

Kedua adalah mempersiapkan kader Hikmatal Hukama yang diartikan sebagai pelaksana kebijakan yakni para teknokrat yang menduduki posisi-posisi strategis di tengah masyarakat.

Baca Juga Luncurkan Sistem Kaderisasi Baru, Gus Yahya; Kita Berikhtiar

Maka menurutnya, PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya saat ini mempunyai tekad salah satunya kebangkitan intelektual, kebangkitan teknokrat dan kebangkitan pengusaha NU.

“Generasi teknokrat tempatnya di mana? Di kampus. Kampus harus melahirkan teknokrat, pesantren melahirkan ulama. Tapi bagaimana ulama dan teknokrat saling kerjasama,” ungkapnya.

Baca Juga Embrio Lahirnya Nahdlatul Ulama

Di Indonesia menurutnya ada beberapa sektor yang harus diambil oleh para teknokrat NU dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Sektor tersebut meliputi pertahanan dan keamanan, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, pendidikan, manufaktur, logistik, dan transportasi.

Dan yang ketiga adalah Shiyasatal Mulk yakni mempersiapkan kader yang berkiprah di dunia politik dan mampu memberi kemaslahatan bagi orang banyak. Di antara kunci kesuksesan semua itu menurutnya adalah disiplin dalam berorganisasi. (zhd)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button