NU dari Dunia hingga Kampung

PERADABAN.ID – Kinerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sungguh sangat berimplikasi pada tatanan dunia. Globe (Bola Dunia) yang menjadi lambang NU merupakan Bumi tempat manusia hidup dari kampung hingga dunia internasional saat ini telah membaca dan mendengar pemikiran Nahdlatul Ulama.
PBNU periode 2022 – 2027 yang dipimpin Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf, bersama Kepengurusan dari Mustasyar, Syuriyah, Tanfdidziyah, A’wan Syuriyah dan Lembaga – Lembaga telah bekerja keras menghidupkan program program yang telah ditetapkan dalam forum Muktamar , Konbes dan Munas NU.
Ada beberapa realisasi program yang cukup berpengaruh dan dirasakan manfaatnya oleh warga Kampung hingga dunia internasional antara lain : Fiqih Peradaban, Religion of Twenty , Humanitarian Islam (Al Islam Lil Insaniyyah), dan sukses dalam program satu abad NU. Kegiatan tersebut cukup menjadi perhatian dunia sehingga berbagai kalangan di dunia ini banyak membaca dan mendengar pemikiran NU dalam membangun keberlanjutan Agama dan kehidupan manusia.
Baca juga: Gus Yaqut dan Narasi Kolektif Manusia Modern
Selain itu program internal NU , seperti PD PKPNU , PMKNU, Pelaksanaan program kelembagaan , dan perbaikan management kelembagaan berjalan dengan baik sesuai dengan arahan PBNU.
Gus Yahya tokoh yang sudah lama khidmat di NU – politik nasional, dan diterpa dengan pendidikan langsung oleh Gus Dur, serta jaringan internasionalnya, memiliki khutwah atau langkah langkah yang strategis dalam membawa perahu organisasi yang terkadang menerpa gelombang besar. Seperti mengundang Peter Berkowitz, akademisi yang membela Israel. Dalam dunia akademik untuk mencari kelemahan tesis seharusnya berdiskusi dan menghadirkan orangnya. Dalam konteks pemikiran dari dulu NU sudah biasa menghadapi perbedaan dan bukan hal prinsip yang perlu dipersoalkan.
Agenda pelaksanaan kegiatan PBNU ini bukan hanya memiliki pengaruh pada kalangan warga kampung tapi berimplikasi pada dunia internasional, sehingga diberbagai negara di dunia ini berdiri dan semakin eksis PCI PCI NU yang bisa diterima oleh negara setempat.
Memang akhir akhir ini , NU sedang menghadapi media sosial dan buzzer buzzer yang ingin menghancurkan NU. Akan tetapi saya yakin NU itu selalu dijaga oleh Muassis NU. Dan di NU masih banyak Wali Wali Allah yang selalu menjaga NU. Guru saya dawuh siapa saja yang berniat dan berbuat untuk menghancurkan NU dia akan hancur sendiri.
Oleh: HM. Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam Sukorejo Bangsalsari Jember



