Luhut Dukung Inisiasi Humanitarian Islam Bidik Perdamaian Global, Khususnya di Timur Tengah

PERADABAN.ID – Diskusi “Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap Perdamaian di Timur Tengah” merupakan bagian dari program Institute for Humanitarian Islam untuk memperluas proliferasi wacana pandangan keagamaan yang mengedepankan corak kemanusiaan sebagai base line gerakan.
Diskusi ini sengaja menghadirkan narasumber dari berbagai elemen, sebut saja Prof Franz Magnis Suseno, Pendeta Martin Sinaga (PGI), Muhsin Syihab (Staf Kemenlu), Holland C Taylor (CSCV) . Kehadiran mereka diharapkan membuka perspektif baru soal Islam dan agama-agama soal perdamaian.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan bahwa konflik Israel-Palestina merupakan konflik agama, meski ada yang bilang konflik tanah, tapi klaim terbesar di agama.
Baca Juga
- Pimpin Institute for Humanitarian Islam, Gus Yaqut: Langkah Penting Hadapi Tantangan Kemanusian
- Gus Yahya: Humanitarian Islam Berakar dari Pengalaman Indonesia Mengelola Keragaman
“Sejarah mengajarkan kita: konflik bernuansa agama tak bisa diselesaikan tanpa mengaddress wacana keagamaan itu sendiri. Lihat saja kesepakatan Mesir-Israel yang justru memunculkan resistensi karena aspek keagamaan tak disentuh,” ujar Gus Yahya membuka diskusi panel.
Gus Yahya berharap diskusi ini bisa menemukan common ground, yang disepakati bersama. Seperti Indonesia dengan Pancasila dan UUD 45.
Di samping itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan menyebut NU memiliki leverage dan SDM yang mumpuni untuk menggalang perdamaian.
“Sepengalaman saya kenal dengan NU, sejak zaman Gus Dur sampai Gus Yahya, NU ini sangat solid dari atas sampai ke bawah,” kata Luhut Binsar Panjaitan.
Baca Juga
- Sambut Delegasi Humanitarian Islam, Bang Addin: Selamat Datang di Rumah Toleransi, Rumah Anak Muda Seluruh Dunia
- Pengelolaan Transparan dan Akuntabel, LAZISNU Kembali Raih Opini WTP
Luhut juga meyakini NU sangat kredibel dalam memangku kepentingan Indonesia dalam usaha kampanye perdamaian di Timur Tengah.
“Saya yakin, NU mampu menjadi promotor perdamaian bagi Indonesia di Timur Tengah,” tandas Luhut menandaskan.
Diskusi ini terselenggara atas kerjasama antara PBNU dan Institute for Humanitarian Islam. Institute ini merupakan platform kemanusiaan yang akan bergerak di dunia perdamaian, pendidikan, ekonomi, dan politik global. Perlu diketahui bahwa Institute ini berada di bawah kepemimpinan H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).



