Semangat Ansor Banser Jaga Marwah NU dan Kiai Bergema di Jabar

PERADABAN.ID – Setelah peristiwa memalukan demonstrasi di gedung PBNU yang diinisiasi oleh sekelompok masa mengatasnamakan santri Gus Dur, Jumat lalu (4/7), semangat kader Ansor Banser pantang redam. Kali ini bergema di Jawa Barat.
“Ansor Banser harus siap dan taat perintah khususnya dalam menjaga marwah NU. Harus selalu siap melawan siapa pun yang berani menghina kiai-kiai NU,” kata Ketua Koordinator Wilayah GP Ansor Jabar Sahabat Affan, Selasa (6/8).
Deru semangat yang menggema dalam Konferensi Wilayah PW GP Ansor Jabar ini disambut teriakan kencang oleh seluruh sahabat Ansor Banser yang hadir.
Baca juga: Perjalanan Dinas atau Piknik Keluarga? Menyingkap Tabir di Balik Tim Pengawas Haji DPR
Sebelumnya, ratusan kader Banser melakukan apel siaga menjaga gedung PBNU yang dipimpin langsung oleh Panglima Tertinggi Banser Gus Addin Jauharudin didampingi Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Gus Rifqi Al Mubarok pada Senin (5/8).
Kedatangangan pasukan Barisan Serba Guna tersebut, disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Dalam instruksinya, Gus Yahya mengatakan tetaplah dalam disiplin barisan, jangan tercerai-berai.
“Kedua, tetaplah dalam disiplin kepemimpinan, jangan bergerak sendiri-sendiri. Setiap langkah, setiap tindakan harus merupakan perwujudan dari konsolidasi gerak dari seluruh elemen Nahdlatul Ulama. Terutama Ansor-Banser sebagai ototnya Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.
Gus Yahya juga meminta agar setiap langkah dan tindakan Banser di lapangan dalam merespon gejolak panas yang belakangan terjadi, harus sesuai dan menunggu perintah Nahdlatul Ulama.
- Baca juga:
- Instruksi Gus Yahya ke Kader Banser: Tetap dalam Disiplin Barisan, Jangan Tercerai-berai
- Gelar Apel Komando Banser di PBNU, Gus Addin: Banser Disiplin Satu Barisan
“Percayakan, segala sesuatu, segala pertimbangan mengenai langkah-langkah kedepan kepada pimpinan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.



