Berita

Gus Yahya Tegaskan Visi NU Selaras dengan Asta Cita Prabowo-Gibran

PERADABAN.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa seluruh pimpinan NU tidak perlu merumuskan visi dan misi organisasi secara terpisah. Menurutnya, visi NU telah selaras dengan Asta Cita yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam mewujudkan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

“Nahdlatul Ulama nggak perlu mencari-cari alternatif tentang visi, ya sudah ini visinya yang mau dibangun oleh pemerintah ini. Tentang bagaimana pemerintahan (Prabowo-Gibran) ini akan berupaya menghadirkan kemaslahatan untuk masyarakat, bangsa dan negara,” kata Gus Yahya dalam acara Sarasehan Ulama di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/25).

Baca Juga

Ia menekankan bahwa sejak awal berdirinya, NU berkomitmen untuk mengabdi pada masyarakat melalui pelayanan keumatan, sehingga kontribusi organisasi dalam pemerintahan adalah mendukung terwujudnya delapan Asta Cita.

“Karena Nahdlatul Ulama ketika didirikan itu dengan janji untuk berkhidmat kepada agama dan kepada masyarakat-masyarakat negara,” jelasnya. 

Posisi Nahdlatul Ulama, lanjut Gus Yahya, adalah menyediakan diri untuk berkontribusi dalam upaya menjadikan visi ini (8 Asta Cita) sungguh-sungguh mencapai hasil yang diinginkan.

Baca Juga

Delapan Asta Cita yang dimaksud meliputi:

  1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.
  2. Memantapkan sistem pertahanan-keamanan negara serta swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, hijau, dan biru.
  3. Meningkatkan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, industri kreatif, dan pembangunan infrastruktur.
  4. Penguatan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan disabilitas.
  5. Hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri.
  6. Pemerataan ekonomi melalui pembangunan desa dan penanggulangan kemiskinan.
  7. Reformasi politik, hukum, birokrasi, serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
  8. Harmonisasi lingkungan, alam, budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai keadilan dan kemakmuran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden pada Rabu (22/1/2025) sebagai langkah awal menjalankan agenda pemerintahan. Gus Yahya menegaskan bahwa NU siap menjadi mitra strategis dalam merealisasikan tujuan tersebut.

Related Articles

Back to top button