Gus Yahya Dorong LESBUMI PBNU Mempunyai Perspektif Sendiri tentang Seni Budaya

PERADABAN.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan bahwa Lembaga Seni dan Budaya Muslim Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) harus memiliki perspektif sendiri tentang seni budaya.
Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Lesbumi NU yang diselenggarakan di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jum’at (02/12).
“Saya ingin, LESBUMI ini pasti akan mempunyai perspektif tersendiri tentang seni budaya apa yang perlu dikembangkan, dan itu terserah,” tukas Gus Yahya.
Mungkin anda juga suka
- Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
- Tingkatkan Pelayanan Haji, LAZISNU-BPKH Salurkan Mobil Pelayanan Haji ke Kanwil Kemenag NTT
Gus Yahya menekankan pentingnya LESBUMI untuk mengambil peran yang jauh lebih mendalam di tengah perkembangan masyarakat.
“Kalau kita membuat desain tentang agenda seni budaya ini, mestinya kita punya tujuan tentang apa yang kita harapkan, dihasilkan atau menjadi pengaruh dari agenda seni budaya yang kita ciptakan itu,” terangnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu menjelaskan LESBUMI PBNU sebagai lembaga harus mengenali posisinya yaitu sebagai struktur pembuat kebijakan.
Mungkin anda juga suka
- LAZISNU Batang Terjunkan Relawan ke Cianjur
- Indonesia Rumah Bersama, Gus Yaqut Instruksikan Kader Ansor Satu Komando Lawan Politik Identitas
“Lembaga- lembaga adalah struktur pembuatan kebijakan, maka hierarki di dalam organisasi, mulai dari LESBUMI PBNU sampai dengan LESBUMI PCNU, sebetulnya logika hierarki kebijakan, mulai dari kebijakan umum sampai kebijakan yang lebih rinci di tingkat yang lebih bawah,” jelas Gus Yahya.
Maka, lanjut dia, lembaga kita arahkan untuk tidak membuat produk atau menciptakan produk-produk kegiatan tapi lembaga mendorong tumbuhnya produk-produk kegiatan yang diperlukan oleh organisasi sesuai yang ditetapkan, di lingkungan NU khususnya, dan lingkungan lebih luas pada umumnya.
“Tidak seharusnya, LESBUMI ini membuat misalnya pertunjukan-pertunjukan tari, teater, dan lain sebagainya,” Gus Yahya menandaskan.




One Comment