Berita

Gus Rifqi: 4 Pilar Program Ansor adalah Implementasi Khadimul Ummah

PERADABAN.ID – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor A. Rifqi Al Mubarok menyebut 4 pilar program Ansor adalah bagian dari implementasi khadimul ummah. 4 pilar program tersebut adalah Bisnis dan Ekonomi, Inovasi Teknologi dan Media, Sumber Daya Manusia, dan Anak Muda.

“Ini yang kita sebut sebagai BISA, 4 pilar program tersebut merupakan implementasi dari peran kader Ansor dan Banser sebagai khadimul ummah,” katanya dalam Konfercab XIV GP Ansor Kabupaten Pekalongan di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Minggu (26/1).

Pria yang karib disapa Gus Rifqi ini, menilai problem keumatan terus berkembang dan harus direspon oleh kader GP Ansor dengan cara yang tepat. Bahkan sangat perlu untuk dilembagakan secara keorganisasian agar bisa membawa kebaikan-kebaikan nyata bagi masyarakat.

“Jika ini serius kita laksanakan, merumuskan persoalan dan mencari solusinya, kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, Insyaallah akan membawa kebaikan pada kita, kepada agama, negara dan masyarakat,” ujar Gus Rifqi.

“Maka ketika kita sudah melayani masyarakat, jangan pernah tanyakan agamanya, sukunya, organisasinya. Selama itu manusia, bantu. Sama halnya dengan menjadi mitra strategis pemerintah setempat. Apabila pemimpin daerah mempunyai komitmen melayani umat, kita juga harus bantu,” lanjutnya.

Baca juga:

Hal ini disampaikan mengingat antara Bupati dan GP Ansor Pekalongan mempunyai hubungan dan kerja sama yang sering dilakukan bersama. Tak heran jika Bupati Kabupaten Pekalongan Ibu Hj. Dr. Fadil Arafiq menyebut GP Ansor sebagai anak lanang yang terus membersamainya selama 2 periode.

Pelayanan keummatan ini menurutnya seiring dengan apa yang diajarkan oleh para Masyayikh Nahdlatul Ulama. Para pendahulu, menurutnya, telah memberikan pijakan dasar yang harus dirawat agar kader Ansor-Banser termasuk dalam ridlo ulama.

“Selain melayani umat, kita juga melayani ulama. Karena dari para Masyayikhlah kita dituntun untuk selalu konsisten menjaga masyarakat, agama dan negara,” Gus Rifqi mengingatkan.

Sikap dan tindakan yang selama ini ditunjukkan oleh kader Ansor, menurutnya hanyalah bagian kecil daripada yang sudah dilakukan para ulama. Mereka tiada lelah mencurahkan keringat, pikiran bahkan nyawanya untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjaga harmoni masyarakat.

“Kita menjalankan perintah menjaga masjid, pengajian hingga tempat-tempat ibadah umat lain, adalah bagian kecil saja dari peran para ulama selama ini. Kita harus membuat sesuatu yang lebih besar lagi, agar warisan ulama tidak pernah hilang,” sambungnya.

Oleh karenanya, Gus Rifqi mewajibkan kader Ansor dan Banser jangan pernah lelah, apalagi baperan. “Jangan menggerogoti organisasi dengan kepentingan pribadi. Jangan mutungan jangan baperan. Ini bukan ciri daripada kader Banser, bukan kader Ansor,” tegas Gus Rifqi.

Dengan demikian, menjadi penting untuk terus menguatkan kaderisasi, tidak stagnan, dan harus dilakukan dalam kondisi apapun.

“Sekali berhenti, organisasi kita akan rapuh, dan kita akan diminta pertanggungjawaban atas sumpah yang sudah dikumandangkan saat bait pertama kali kita lakukan,” seru Gus Rifqi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Tanfidz PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudori, Ibu Bupati Dr. Hj. Fadia Arafiq dan Sukirman Wakil Bupati terpilih Kabupaten Pekalongan, Abdul Hamid Anggota DPRD Jateng, Ketua DPRR Kab Pekalongan dan jajaran DPRD Kabupaten Pekalongan, Sekda Kab Pekalongan, Perwakilan KPU dan Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid dan Rektor ITSNU, Perwakilan Badan Otonom Nahdlatul Ulama, Organisasi Kepemudaan serta jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng, Kader Ansor Banser Kab Pekalongan.

Related Articles

Back to top button