Bangun Nilai Konstruksi Kader, Addin Singgung Rekayasa Politik, Sosial dan Ekonomi

PERADABAN.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin mengatakan bagunan kontruksi nilai dan identitas organisai sudah kelar dan selesai.
“Secara nasional, ideologi kita adalah Pancasila. Akidah adalah ahlussunnah wal jamaah, dan sikap keseharian kita adalah tawazun, tawasuth, tasamuh dan amar maruf nahi munkar,” tegas Addin dalam kegiatan Silaturahim PC GP Ansor se-Barlingmascakeb di PP Roudlatut Tholibin Sirau, Banyumas, Selasa (20/2).
Addin mengurai, kejelasan identitas organisasi di “jalur tengah”, baik dalam konteks ideologi, politik, dan ekonomi, tidak serta merta terimplementasi dalam sikap dan identitas kader. Ada keterputusan antara kerangka ideologi dan taktis yang memerlukan rekayasa politik, sosial, dan ekonomi.
“Nah problemnya adalah orang di tengah-tengah dalam konteks sikap, pengambilan profesi dan posisi, kadang-kadang berada pada posisi ambigu,”
“Kita perlu political engineering, social engineering, dan economy engineering. Kita perlu perekayasaan yang terukur dan sistematis. Ini perekayasaan yang belum kita lakukan,” tambahnya.
Baca juga:
- Gus Mujib: Ada Filter Alami dalam Suksesi Kepemimpinan GP Ansor
- Jajaki Kerja Sama dengan Unilever, GP Ansor Lakukan Transformasi Model Bisnis
Padahal, menurut pria kelahiran Cirebon tersebut, Ansor mempunyai beragam infrastruktur yang bisa digunakan. Seperti contoh dalam hal politik, yang menurutnya, kader-kader Ansor berada dalam posisi strategis mulai dari tingkat desa, penyelenggara Pemilu sampai dengan birokrasi.
Implementasi dari political engineering ini adalah menjembatani suasana kebatinan antara perangkat organisasi dengan infrastruktur yang dimiliki organisasi dengan memperhatikan perencanaan hingga pengawalan.
“Maka kemudian ini harus ditata, harus direncanakan. Gagalnya kita adalah karena gagalnya perencanaan kita,” ucap Addin.




2 Comments