Dukung Pendidikan Teknologi Informasi bagi Santri, LAZISNU-BPKH Salurkan Bantuan Komputer untuk Pesantren

PERADABAN.ID – Melalui Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI, LAZISNU PBNU menyalurkan bantuan berupa pengadaan perangkat komputer dan alat elektronik lainnya bagi penunjang pembelajaran, khususnya bidang pendidikan teknologi informasi di pondok pesantren.
Serah terima bantuan tersebut dilangsungkan secara daring dari Pondok Pesantren As Sunni Darussalam Kabupaten Sleman, pada Senin (7/11/2022).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi dari kerja sama LAZISNU PBNU bersama BPKH RI melalui Program Kemaslahatan di Bidang Pendidikan dan Dakwah.
Kepala Unit Kerja Program Kemaslahatan BPKH dari LAZISNU PBNU, Muhammad Iqbal Lutfi berharap dengan adanya bantuan tersebut para santri mampu mengerti dan memahami dunia teknologi.
“Output (hasilnya) bagaimana santri mampu melek teknologi di zaman sekarang, karena lewat teknologi juga bisa bermanfaat baik bagi umat Islam,” ungkap Lutfi.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada 3 pondok pesantren yang telah bersedia menjadi penerima manfaat dalam Program Kemaslahatan BPKH RI dan LAZISNU PBNU.
“Terima kasih karena keikhlasan penerima manfaat. Karena tanpa adanya penerima manfaat, maka Program Kemaslahatan pun tidak bisa berjalan. Pada kesempatan kali ini juga kita akan bersama-bersama melakukan pengecekan apakah unitnya bermanfaat atau tidak,” ujarnya pada prosesi serah terima bantuan di Ponpes As Sunni Darussalam Sleman.
Baca Juga
- Serahkan Bantuan Kendaraan Roda Tiga, LAZISNU: Upaya Pemulihan dan Kemandirian bagi Disabilitas
- Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
Adapun bantuan yang diserahkan bagi 3 (tiga) pondok pesantren yakni, 43 perangkat komputer untuk Pondok Pesantren As Sunni Darussalam Sleman; 9 unit komputer dan perangkat elektronik seperti printer dan wireless router, beserta satu set meja dan kursi kantor untuk Pondok Pesantren Miftahul Ulum Assuba’i Jember; 4 unit komputer beserta perangkat elektronik seperti printer, kamera, proyektor, wall projector screen, dan tripod untuk Pondok Pesantren Al Mubarok As Shiddiqi Jember.
Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monitoring Evaluasi Program Kemaslahatan BPKH RI, Indriayu Afriana yang hadir pada acara serah terima bantuan menuturkan terkait Program Kemaslahatan dan pengelolaan dana haji di BPKH.
“Sesuai Undang Undang Nomor 34 Tahun 2014, BPKH diamanati mengelola dua jenis dana. Satu, bersumber dari setoran awal jamaah senilai Rp25 juta. Saat ini ada 5 juta calon jamaah haji di seluruh Indonesia, jadi bisa dimaklumi kalau antrean banyak dan ada masa tunggu, karena kuota per tahunnya 200 ribu jamaah. Nilai manfaat yang didapat dari pengelolaan dana ini menjadi subsidi bagi para jamaah haji, nilainya sekitar Rp40 juta yang dijadikan subsidi,” papar Afriana.
Yang kedua, lanjutnya, dari Dana Abadi Umat (DAU) yang bersumber dari efsiensi ibadah haji dari tahun-tahun sebelumnya yang dikelola BPKH.
“Jadi kalau ada pertanyaan, kok dana haji dibuat beli laptop dan lain-lain. Nah, itu sumber dananya dari pengelolaan dana abadi umat,” tegasnya.
Dirinya juga berharap bantuan yang bersumber dari dana abadi umat itu dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Dengan ini kami titipkan amanah, bantuan ini. Karena setiap rupiah ini bersumber dari dana abadi umat yang perlu diluruskan, dan bermanfaat bagi umat. Jadi kita kawal juga bagaimana pengadaan ini ada impact bagi para santri. Mohon digunakan semaksimal mungkin sehingga benefitnya pun bisa maksimal,” pesannya.
Afriana juga menambahkan bahwa kegiatan penyaluran bantuan dari Program Kemaslahatan tersebut dilakukan audit oleh pihak terkait.
“Perlu juga disampaikan bahwa kegiatan ini diaudit. Jadi diperlukan administrasi pelaporan yang lengkap serta kelengkapan barang, agar tidak dipindah-tangankan. Kami titipkan bantuan ini kepada bapak ibu selaku penerima manfaat,” pungkasnya.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren As Sunni Darussalam Sleman, Zunatul Mafruchah menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih kami ucapkan atas bantuan yang diberikan kepada yayasan kami, yakni 43 unit komputer, serta kami ucapkan selamat untuk dua lokasi (pesantren) lainnya yang juga menerima bantuan,” ucap Mafruchah.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Assuba’i Jember, Sofiyulloh juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPKH dan LAZISNU PBNU atas bantuan pengadaan perangkat komputer dan alat elektronik bagi pesantrennya.
“Terima kasih kepada BPKH dan NU Care-LAZISNU atas bantuannya. Semoga bantuan ini dapat digunakan dengan baik oleh para santri, sehingga para santri tidak hanya mumpuni dalam bidang agama, tapi juga secara teknologi,” ucap Sofiyulloh.
Senada, Pimpinan Pondok Pesantren Al Mubarok Asshiddiqi Jember KH Abdul Hamid Farouq juga berharap bantuan tersebut dapat mendukung kegiatan pesantren agar para santri lebih familiar dengan dunia teknologi informasi.
“Semoga bantuan bisa dipergunakan untuk mendukung kegiatan di ponpes kami, agar para santri lebih familiar dengan teknologi informasi,” katanya.
Pada kegiatan serah terima bantuan tersebut, hadir secara virtual Anggota Komisi VIII DPR RI Arif Wibowo dan I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan.
Kontributor: Wahyu Noerhadi




2 Comments