Berita

Konfercab Transisi Khidmah, Gus Hanies: Pintu Tebar Manfaat bagi Organisasi dan Masyarakat

PERADABAN.ID – Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Mochamad Hanies Cholil Barro’ menilai Konferensi Wilayah (Konfercab) sebagai ruang sakral transisi khidmah. Sebagai ruang transisi khidmah, menurut pria yang akrab disapa Gus Hanies tersebut, menjadi pintu untuk menebar manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

“Konfercab merupakan ruang transisi khidmah yang kesakralannya harus dijaga. Transisi kepemimpinan juga akan terintegrasi dengan beragam harapan dan mimpi kader. Mimpi kader akan mewujud menjadi program yang bermanfaat bagi organisasi, kader, dan secara luas kepada masyarakat,” katanya saat mewakili Bang Ketum Addin Jauharudin dalam helatan Konfercab XVII GP Ansor Kabupaten Sleman, Minggu (7/12).

Untuk itu, Gus Hanies menyebut GP Ansor harus selalu berada di tengah masyarakat dengan segala problemnya untuk melakukan pendampingan sekaligus melakukan beragam sinergi dengan pemerintah daerah.

“Hadirkan organisasi melakukan pendampingan atau vokasi. Turunkan program Ansor ke masyarakat. Dan lakukan sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan daerah, yang ujungnya, manfaatnya bisa juga dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Wakil Bupati Rembang terpilih tersebut, juga menegaskan langkah-langkah GP Ansor dalam mempersiapkan diri untuk terus memberikan manfaat masa sekarang dan masa yang akan datang. Pertama, Ansor KUAT yang berkaitan dengan implementasi organisasi dengan ideologi yang kuat, watak keagamaan yang rahmatan lil alamin, termasuk di dalamnya kaderisasi.

Baca juga:

Kedua Ansor SEHAT, yakni upaya mendorong kesadaran kader dan keluarga besar NU bahwa kesehatan merupakan instrumen penting bagi aktivitas organisasi baik kesehatan fisik maupun mental. “Maka perlu gotong royong untuk menambahkan kesadaran hidup sehat seperti membangun pelayanan-pelayanan publik yang berkaitan dengan kesehatan,” ujar Ketua Korwil VIII Jateng – DIY tersebut.

Ketiga adalah Ansor CERDAS yaitu menyiapkan kader-kader yang mumpuni secara kapasitas dan keterampilan di aspek intelektual, profesional dan penguatan SDM lainnya.

“Ansor MANDIRI, yaitu mengaktivasi kegitan ekonomi yang saat ini sudah dibangun perangkatnya oleh organisasi, BUMA,” tambahnya.

Dirinya juga mengingatkan agar Konfercab dijadikan sebagai ruang penguatan kaderisasi. “Intinya, bagaimana Konfercab ini dipandang sebagai transisi pengabdian kita kepada organisasi, bukan pergantian orang perorangan,” tegasnya.

Sebab jika dipandang demikian, lanjutnya, kecenderungan konflik kepentingan lebih kentara ketimbang membangun organisasi.

“Dampaknya kaderisasi terbengkalai, maka perlu transisi khidmah ini dijaga, ketakdziman vertikal kepada pimpinan dilakukan, pendidikan dan pelatihan kaderisasi jangan ditinggalkan,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button