Berita

GBK Direncanakan Jadi Tempat Selamatan 100 Tahun NU Kalender Masehi

PERADABAN.ID – Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) direncanakan menjadi tempat perayaan 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) kalender Masehi.

“Kita insyaallah akan menyelenggarakan selamatan juga, mudah-mudahan bisa cukup besar, meski tidak sebesar peringatan 1 Abad NU tahun 1444 Hijriah di Sidoarjo yang dihadiri jutaan jamaah. Insyaallah akan kita laksanakan di Gelora Bung Karno,” kata Gus Yahya dilansir dari NU Online pada Kamis (8/1).

Berbeda dari perayaan 1 abad kalender hijriah, selamatan 100 tahun NU kalender Masehi digelar pada tanggal 31 Januari.

“Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi, insyaallah pada 31 Januari, karena NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926,” ujar Gus Yahya.

Selain tempat pelaksanaan, PBNU juga sudah meluncurkan logo dan tema 100 tahun NU. Temanya adalah Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.

Baca juga: Ketika Khidmah Diuji: Autokritik untuk Pucuk Kepemimpinan NU

Sementara, dilansir dari media yang sama, logo yang digunakan memiliki makna filosofis sebagai berikut.

Logo Harlah 1 Abad NU Masehi sarat dengan makna filosofis. Angka 100 dalam logo melambangkan satu abad perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, matang, dan berpengalaman dalam menghadapi dinamika zaman.

Seratus tahun bukan sekadar usia, tetapi simbol kematangan, evaluasi, dan tonggak sejarah besar. Bentuk solid menunjukkan keteguhan bangsa setelah perjalanan panjang.

Angka 1 pada logo menjadi simbol fondasi awal kemerdekaan yang berakar kuat pada nilai moral, spiritualitas, harapan, dan pertumbuhan. Warna hijau yang digunakan mencerminkan keberlanjutan serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Warna hijau melambangkan awal perjuangan bangsa dan fondasi moral-spiritual Indonesia Merdeka, sebagai akar nilai yang menopang perjalanan 100 tahun berikutnya.

Sementara itu, dua angka 0 berwarna emas melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan capaian peradaban. Warna emas merepresentasikan cita-cita besar Indonesia untuk menjadi bangsa yang unggul, bermartabat, dan berkelas di tingkat global.

Bentuk lingkaran pada angka nol juga bermakna kesempurnaan dan kesinambungan.

Secara keseluruhan, desain logo yang membulat dan solid menggambarkan kesinambungan, persatuan, serta kekokohan bangsa dalam merajut masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Related Articles

Back to top button