Berita

H. Sifaul Janan, Living Legend Banser yang Menghidupi Khidmah dengan Tumakninah

PERADABAN.ID — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor atas wafatnya H. Sifaul Janan, tokoh pejuang NU Pacitan yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pacitan masa khidmah 1999–2003.

Sosok militan, sederhana, dan bersahaja itu wafat dalam keadaan husnul khotimah pada Sabtu (26/7/2025), pukul 17.00 WIB, di sebuah masjid saat hendak menunaikan salat di Dusun Kedung Menjangan, Desa Sooka, Kecamatan Punung.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, H Rifqi Al Mubarok (Gus Rifqi), menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Bagi GP Ansor, H. Sifaul Janan bukan sekadar tokoh senior, tapi guru khidmah yang mengajarkan arti pengabdian dengan penuh ketenangan jiwa dan kesadaran penuh tumakninah.

Baca Juga

“Pak Sifa mengajarkan bahwa khidmah itu bukan soal jabatan, tapi tentang kesetiaan yang dilakoni dengan tenang, terus-menerus, dan tanpa pamrih. Beliau membumi, tidak suka menonjolkan diri, tapi semua tahu betapa besar dedikasinya bagi NU, Banser, dan masyarakat,” ungkap Gus Rifqi, Minggu pagi.

Selama menjabat Kasatkorcab Banser Pacitan, almarhum dikenal sebagai komandan yang tegas namun penuh kasih. Ia membina kader Banser tidak hanya dengan disiplin organisasi, tetapi juga dengan keteladanan hidup.

Gus Rifqi menyebut, banyak kader Banser muda hari ini tumbuh dalam semangat yang diwariskan Pak Sifa: mengabdi dengan diam, namun berdampak besar.

“Saya pribadi sangat menghormati beliau. Tidak banyak yang seperti almarhum tahu medan, dekat dengan rakyat, dan tetap istiqamah dalam khidmah hingga akhir hayat,” tambah Gus Rifqi.

Dikenal sebagai pribadi bersahaja dan mudah bergaul lintas usia, H. Sifaul Janan tetap aktif keliling desa dengan motor GL bertuliskan ‘Banser’ di tangkinya.

Ia sering hadir dalam kegiatan-kegiatan NU, mendokumentasikannya sendiri, dan membagikannya ke grup-grup WhatsApp warga NU Pacitan hingga banyak yang menyebutnya sebagai ‘arsip hidup pergerakan NU Pacitan’.

“Beliau seperti tak pernah lelah. Bahkan untuk menghadiri Muktamar NU ke-34 di Lampung tahun 2021, beliau memilih naik motor. Itu bukan hanya soal gaya, itu pesan ke kami semua: bahwa perjuangan harus dirasakan, bukan dipamerkan,” kata Gus Rifqi.

Baca Juga

Jenazah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Widoro, Kecamatan Pacitan, Minggu pagi (27/7/2025), dengan iringan doa dari ratusan pelayat. Dalam kesempatan itu, keluarga memohonkan maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidup.

“Kami dari keluarga besar Ansor dan Banser mendoakan semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik. Semua amal khidmahnya menjadi jariyah. Dan semangat tumakninah-nya dalam berjuang, akan terus kami jaga,” tandas Gus Rifqi.

H. Sifaul Janan pergi dengan tenang seperti cara ia menjalani hidup sederhana, bersahaja, namun mengakar kuat di hati para kader dan masyarakat.

Related Articles

Back to top button