Cerita Foto Keluarga di Meja Kerja, Langgengkan Budaya Antikorupsi

PERADABAN.ID – Plt. Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Kastolan mengenakan batik lengan panjang. Ditemani moderator, dirinya tampak cair menjabarkan pengalaman dan nilai-nilai budaya antikorupsi.
Di depan isteri pejabat yang berasal dari lingkungan Kemenag, dia menegaskan betapa pentingnya peran isteri dan anak dalam menjaga integritas keluarga. Maka, di atas meja kerja Inspektorat Jenderal, ceritanya, nyaris semua ditemukan foto keluarga.
“Di ruangan saya juga ada foto keluarga,” ujarnya setelah memutar video yang mengilustrasikan pesan penolakan terhadap grativikasi karena bayangan wajah keluarganya di rumah.
“Karena tadi didasari peran keluarga, berani menolak,” imbuhnya.
Baca juga:
Pria asal Lamongan itu pun melanjutkan bagaimana banyak pejabat mudah mengatakan tidak pada korupsi, tetapi dalam praktiknya tidak tahan dengan godaan.
“Ini beratnya,” tandasnya.
Sebab menurutnya, faktor terjadinya korupsi bukan hanya adanya kesempatan, melainkan juga adanya upaya merasionalisasi tindakan korupsi. Kerap, menurutnya, banyak pihak membiasakan diri dengan perilaku korupsi. Nyaris, seperti kegiatan lumrah.
Hadirnya kegiatan ToT Kusemai Nilai Tahap II tahun 2023 yang digelar di Jakarta, Kamis (26/10/2023), salah satunya untuk mengokohkan peran keluarga dalam menjaga integritas suami yang mempunyai wewenang dan jabatan.
Kegiatan ini mencoba mendorong agen-agen pencegahan termasuk edukasi antikorupsi dimulai dari hal paling kecil, yaitu keluarga kendati harapannya ke depan, bisa berdampak pada aspek yang lebih luas.
Oleh sebab dianggap fundamental dan mendasar, kegiatan yang mengangkat tema Kusemai Nilai ini diramu dari tiga nilai dasar, yaitu Nilai Dasar Kemenag, Core Values BERAKHLAK dan 9 nilai beritegritas. Tiga nilai ini yang diharapkan bisa membentuk perilaku lalu menjadi budaya antikorupsi.



