
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor H. A. Rifqi Al Mubarok atau Gus Rifqi melakukan ziarah ke makam para leluhur dan tokoh bersejarah di Kabupaten Banyumas menjelang puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 GP Ansor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendoakan kelancaran peringatan harlah, kemajuan Nahdlatul Ulama (NU), dan masa depan bangsa Indonesia.
Tradisi ziarah ini dinilai penting karena menjadi wujud penghormatan kepada para ulama, tokoh pendahulu, dan pejuang yang telah meletakkan fondasi perjuangan keislaman, kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Momentum tersebut juga memperkuat semangat kader GP Ansor dalam menyongsong usia organisasi yang memasuki tahun ke-91.
Rangkaian ziarah dilaksanakan sebelum resepsi akbar Harlah ke-91 GP Ansor yang dipusatkan di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Bersama jajaran pengurus, Gus Rifqi mengunjungi sejumlah makam tokoh berpengaruh yang memiliki nilai historis bagi Banyumas maupun perjalanan bangsa.
Dalam keterangannya, Gus Rifqi menjelaskan bahwa rombongan berziarah ke makam tokoh-tokoh seperti Syekh Wali Maqdum, Adipati Jaka Kahiman yang dikenal sebagai Bupati pertama Banyumas, serta makam Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, tokoh nasional yang juga merupakan kakek Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tradisi yang selalu dilakukan sebelum penyelenggaraan agenda besar GP Ansor.
“Kami berpamitan dan berziarah ke makam para leluhur. Kami memanjatkan doa untuk Harlah GP Ansor, untuk jam’iyah Nahdlatul Ulama, serta untuk kejayaan bangsa Indonesia,” ujar Gus Rifqi sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi.
Gus Rifqi menilai Banyumas memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia karena melahirkan banyak tokoh nasional dan ulama berpengaruh. Wilayah ini dikenal sebagai tempat lahir sejumlah figur yang berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan, maupun pengembangan Islam di Indonesia.
Ia menyebut Banyumas sebagai “gudang tokoh nasional” yang menyimpan warisan perjuangan luar biasa.
Menurutnya, semangat para pendahulu tersebut diharapkan menjadi energi moral bagi kader GP Ansor agar terus menjaga komitmen terhadap nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“Semoga energi raksasa dari para pendahulu ini bisa mengalir dan menular kepada seluruh kader GP Ansor, di mana pun mereka berada,” kata Gus Rifqi.
Kegiatan ziarah bukan satu-satunya agenda menjelang puncak Harlah ke-91 GP Ansor di Banyumas. Sebelumnya, jajaran pengurus pusat juga menggelar silaturahmi dan rapat konsolidasi bersama kader Ansor dan Banser dari berbagai daerah untuk memastikan kesiapan pelaksanaan acara.
Konsolidasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekjen PP GP Ansor dengan melibatkan unsur pimpinan wilayah serta kader dari kawasan Barlingmascakeb dan eks Karesidenan Pekalongan. Agenda itu difokuskan pada koordinasi teknis sekaligus penguatan soliditas organisasi menjelang peringatan hari lahir GP Ansor. (GP Ansor)
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin sebelumnya juga menegaskan bahwa Harlah ke-91 mengusung tema “Satu Barisan Membangun Negeri” dengan fokus besar pada penguatan ketahanan pangan nasional. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi terhadap pembangunan Indonesia.
Kabupaten Banyumas dipilih sebagai lokasi puncak Harlah ke-91 GP Ansor karena memiliki sejarah panjang dalam perjalanan organisasi maupun Nahdlatul Ulama. Berbagai rangkaian acara digelar sejak beberapa hari sebelum resepsi utama, mulai dari ziarah, sowan kepada para masyayikh, hingga kegiatan konsolidasi kader.
Panitia juga melaksanakan silaturahmi kepada para ulama dan tokoh masyarakat Banyumas sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu sekaligus memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat setempat.
Selain dihadiri ribuan kader GP Ansor dan Banser dari berbagai daerah, puncak Harlah ke-91 turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, jajaran pemerintah, serta berbagai program strategis organisasi yang berkaitan dengan pemberdayaan kader dan ketahanan pangan.
Momentum Harlah ke-91 GP Ansor juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen organisasi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengingatkan seluruh kader GP Ansor agar tetap setia kepada Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Nahdlatul Ulama, kemanusiaan, dan NKRI. Pesan tersebut menjadi bagian dari arah gerakan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Dengan mengawali rangkaian peringatan melalui ziarah kepada para leluhur Banyumas, GP Ansor ingin menegaskan bahwa penguatan organisasi tidak hanya dibangun melalui konsolidasi struktural, tetapi juga melalui penghormatan terhadap sejarah, doa, dan nilai perjuangan para pendahulu yang telah berjasa bagi agama, masyarakat, serta Indonesia.
No Comments