
utuh salinan KTP yang rapi dan ukurannya persis seperti kartu asli? Banyak orang mengeluh hasil cetakan KTP dari printer rumahan justru melar atau menyusut setelah ditempel di Microsoft Word. Padahal, masalah ini sebenarnya cukup sepele dan bisa diatasi asal tahu ukuran resminya.
Fenomena ini sering terjadi karena Word secara otomatis menyesuaikan skala gambar begitu file dimasukkan ke lembar kerja. Tanpa pengaturan manual, dimensi asli kartu identitas jadi berubah, bikin hasil cetak terlihat kurang profesional bahkan berpotensi ditolak saat dipakai untuk keperluan administrasi.
Nah, di artikel ini akan dibahas tuntas berapa ukuran resmi KTP dalam berbagai satuan, cara mengaturnya di Word langkah demi langkah, sampai tips supaya salinan yang dicetak benar-benar mirip kartu fisik.
Sebelum masuk ke pengaturan di Word, penting untuk tahu dulu patokan ukuran KTP yang berlaku secara internasional. Standar ini mengacu pada ISO 7810, aturan baku yang juga dipakai untuk kartu identitas dan kartu kredit di banyak negara, sehingga semua e-KTP di Indonesia punya dimensi yang seragam.
Berikut rincian ukurannya dalam beberapa satuan yang umum dipakai:
| Satuan | Ukuran |
|---|---|
| Milimeter (mm) | 85,60 mm x 53,98 mm |
| Sentimeter (cm) | 8,56 cm x 5,398 cm |
| Inci | 3,37 inci x 2,125 inci |
| Piksel (300 DPI) | sekitar 1004 x 636 piksel |
Satuan sentimeter paling sering dipakai karena memang jadi default di sebagian besar versi Microsoft Word, sementara milimeter lebih cocok kalau butuh presisi tinggi. Kalau perangkat memakai satuan inci sebagai bawaan, tinggal pakai angka 3,37 x 2,125 saja.
Meski angkanya berbeda-beda, semuanya menunjuk ke ukuran fisik yang sama persis. Yang penting, pastikan posisi kartu tetap horizontal saat dimasukkan ke Word, dan hindari foto yang diambil dengan sudut miring karena bisa membuat proporsi hasil cetak jadi kacau. Pastikan juga seluruh sisi kartu masih utuh sebelum dipotong, supaya tidak ada informasi penting yang terpangkas.
Setelah tahu ukurannya, langkah selanjutnya adalah menerapkannya di Microsoft Word. Prosesnya tidak rumit dan tidak butuh aplikasi desain tambahan apa pun.
Kualitas foto atau hasil pindai sangat memengaruhi hasil akhir. Semakin tajam sumber gambarnya, semakin jelas pula tulisan dan detail kartu setelah dicetak. Karena itu, sebaiknya gunakan hasil pemindaian (scan) dibanding foto kamera ponsel jika memungkinkan, karena minim distorsi sudut.
Setelah ukuran gambar sudah pas, tahap berikutnya adalah mencetak dokumen. Beberapa pengecekan sebelum mencetak akan membantu memastikan hasilnya sesuai harapan dan tidak boros kertas karena harus cetak ulang.
Meski sudah mengikuti langkah di atas, sebagian orang tetap mendapati hasil cetak yang tidak sesuai. Berikut kesalahan umum yang perlu dihindari:
Meluangkan waktu sebentar untuk mengecek poin-poin di atas sebelum menekan tombol cetak bisa menghemat banyak kertas dan tinta.
Salinan KTP hasil cetak sendiri umumnya diterima untuk berbagai keperluan administrasi, asalkan informasi pada kartu terlihat jelas dan tidak buram. Meski begitu, ketentuan penerimaan dokumen tetap bergantung pada kebijakan masing-masing instansi — sebagian lembaga menerima hasil print asal terbaca jelas, tapi ada juga yang tetap mensyaratkan fotokopi langsung dari kartu fisik.
Beberapa kebutuhan yang biasanya bisa memakai salinan hasil cetak antara lain:
Sebelum menyerahkan hasil cetak ke pihak yang meminta, pastikan sekali lagi seluruh data pada kartu terbaca jelas. Kalau ada ketentuan format khusus dari instansi terkait, ikuti aturan tersebut agar dokumen tidak ditolak.
Dengan mengetahui ukuran resmi KTP dan cara mengaturnya di Word, proses mencetak salinan kartu identitas jadi lebih mudah dan hasilnya pun lebih rapi, presisi, serta siap dipakai untuk berbagai keperluan administrasi.