
Samsung akhirnya mengonfirmasi bahwa One UI 9 resmi meluncur lewat pembaruan Beta 5 untuk keluarga Galaxy S26, yakni Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra. Tak berhenti di situ, versi stabil sistem operasi berbasis Android 17 ini juga mulai merambah perangkat layar lipat andalan Samsung, Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8.
Pembaruan ini dibawa lewat firmware berkode S948BXXU4ZZH6 dengan ukuran unduhan sekitar 1,1 GB. Selain memperbaiki sejumlah bug yang sempat mengganggu pengalaman pengguna di versi beta sebelumnya, firmware ini juga sudah membawa patch keamanan Android edisi Agustus 2026, sehingga perangkat pengguna lebih terlindungi dari celah keamanan terbaru.
Kabar ini tentu jadi angin segar bagi pengguna setia ekosistem Galaxy, terutama karena Samsung tidak sekadar menambal bug, tetapi juga menanamkan sederet inovasi baru mulai dari kecerdasan buatan yang makin personal, multitasking layar lipat yang lebih luwes, hingga lapisan keamanan data yang diperkuat.
One UI 9 dirancang untuk mempermudah aktivitas harian pengguna lewat kombinasi AI yang lebih personal dan sistem multitasking yang lebih efisien. Berikut sejumlah pembaruan utamanya.
Salah satu sorotan utama pembaruan ini ada pada lini fitur Galaxy AI yang kian matang.
Bagi pengguna perangkat foldable, One UI 9 membawa sejumlah penyempurnaan berarti:
Dari sisi keamanan, One UI 9 mengandalkan Personal Data Engine (PDE) yang dilindungi oleh KEEP dan Knox Vault. Pengguna diberi kebebasan menentukan apakah pemrosesan AI dijalankan sepenuhnya di dalam perangkat (on-device) atau lewat cloud. Samsung Browser juga dibekali machine learning untuk mendeteksi situs berbahaya secara otomatis.
Sebagai identitas audio baru, Samsung menghadirkan nada dering hasil rekaman ulang karya Frédéric Chopin, Nocturne in E♭ major, Op. 9 No. 2. Nada dering ini direkam langsung di Galaxy Sound Studio Seoul oleh Yekwon Sunwoo, pianis peraih Van Cliburn Competition, sebagai simbol numerik dari seri “Op. 9” yang merepresentasikan One UI 9.
Bagi pengguna yang sudah terdaftar dalam program beta di wilayah yang mendukung, seperti Korea Selatan, India, Polandia, Jerman, dan Inggris, berikut langkah mengunduh pembaruan secara manual:
Pembaruan One UI 9 akan digulirkan secara bertahap, mulai dari lini flagship hingga kelas menengah. Berikut daftar perangkat yang masuk dalam estimasi penerima pembaruan.
Galaxy S26, S26+, S26 Ultra, seri Galaxy S25, S25 FE, seri Galaxy S24, S24 FE, dan seri Galaxy S23.
Galaxy Z TriFold, Z Fold7, Z Flip7, Z Flip7 FE, Z Fold6, Z Fold SE, Z Flip6, Z Fold5, dan Z Flip5.
A57, A37, A27, A17, A07, A56, A36, A26, A16, A06 5G, A55, A35, A25, A15, A54, A34, dan A24.
M56, M16, M06, M55, M55s, M35, M15, M54, M34, F56, F36, F16, F06, F55, F34, F15, C55, XCover7, dan XCover7 Pro.
Seri Tab S11, Tab S10, Tab S10 FE, Tab S10 Lite, seri Tab S9, Tab S9 FE, Tab S6 Lite (2024), Tab Active5, Tab A11+, Tab A11, dan Tab A9 (2025).
Berdasarkan catatan pengujian terhadap pembaruan ini, Samsung tampak berfokus pada stabilitas antarmuka dan efisiensi kerja harian. Meski begitu, ada beberapa hal penting yang perlu dicermati pengguna sebelum memutuskan mengunduh versi beta.
Sejumlah masalah yang sempat muncul pada Beta 4, seperti layar putih (white screen) di menu Pengaturan, respons lambat pada widget kamera di layar kunci, hingga gangguan kestabilan Wi-Fi, dilaporkan sudah teratasi pada Beta 5. Perbaikan ini menjadi indikasi bahwa versi stabil One UI 9 untuk lini Galaxy S26 semakin mendekati kematangan sebelum dirilis secara luas.
Pemrosesan AI lokal lewat Personal Data Engine memang menawarkan keamanan data yang lebih terjaga karena data tidak perlu dikirim ke server. Namun, ada trade-off yang perlu diperhatikan: menjalankan instruksi AI yang kompleks, seperti reframe otomatis pada My FanCam atau perintah suara di Photo Assist secara penuh di perangkat, cenderung menguras baterai dan beban RAM lebih besar dibandingkan pemrosesan berbasis cloud. Pengguna dengan mobilitas tinggi mungkin perlu mempertimbangkan opsi cloud untuk menjaga daya tahan baterai.
Meski daftar penerima One UI 9 terbilang luas, mencakup seri Galaxy A hingga M, tidak semua fitur premium seperti pemrosesan AI kamera tingkat lanjut atau dukungan penuh Samsung DeX bisa dinikmati di lini kelas menengah. Ketersediaan fitur pada akhirnya tetap bergantung pada kapasitas chipset masing-masing model.
Secara umum, pihak Samsung dalam berbagai keterangan resminya kerap menegaskan bahwa strategi pembaruan bertahap ini bertujuan memastikan stabilitas sistem sebelum dirilis ke basis pengguna yang lebih luas, sekaligus memberi ruang bagi tim pengembang untuk menuntaskan perbaikan berdasarkan masukan dari komunitas program beta.