
Meta kembali menghadirkan gebrakan baru di dunia kecerdasan artifisial. Kali ini, raksasa teknologi tersebut memperkenalkan Pocket, sebuah platform yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi interaktif dan game sederhana hanya dengan mengetikkan perintah teks. Tidak perlu paham bahasa pemrograman, tidak perlu latar belakang teknis, cukup modal ide dan kata-kata.
Kehadiran Pocket menjadi bukti bahwa Meta terus mendorong batas pemanfaatan AI generatif untuk keperluan sehari-hari, bukan sekadar chatbot atau alat pengolah gambar. Dengan konsep “prompt jadi aplikasi”, Meta membidik pengguna awam yang selama ini terhalang oleh rumitnya proses coding ketika ingin mewujudkan ide kreatif mereka menjadi sesuatu yang bisa dimainkan atau digunakan orang lain.
Menariknya, keberadaan Pocket justru pertama kali terungkap bukan dari pengumuman resmi Meta, melainkan dari temuan seorang reverse engineer di media sosial. Fakta ini membuat publik bertanya-tanya, sebenarnya sudah sejauh mana pengembangan Pocket dan kapan aplikasi ini akan benar-benar dirilis secara luas?
Secara sederhana, Pocket adalah wadah bagi pengguna untuk membuat dan membagikan “gizmo”, istilah yang dipakai Meta untuk menyebut aplikasi ringan atau game hasil olahan AI. Proses pembuatannya mengandalkan sistem prompt, sehingga pengguna tinggal menuliskan apa yang mereka inginkan dan AI akan menerjemahkannya menjadi elemen interaktif yang siap digunakan.
Dari sisi pengalaman pengguna, Pocket dirancang dengan alur yang tidak asing bagi pengguna media sosial pada umumnya. Ada fitur feed yang bisa digulir, mirip linimasa di aplikasi media sosial populer, tempat pengguna bisa mencoba berbagai gizmo buatan komunitas sekaligus memamerkan kreasi mereka sendiri.
Pengguna cukup mengetikkan instruksi berupa deskripsi aplikasi atau game yang diinginkan, misalnya konsep permainan sederhana atau alat bantu ringan, lalu sistem AI di baliknya akan menyusun elemen interaktifnya. Hasil akhirnya dapat langsung dibagikan ke pengguna lain melalui feed komunitas, tanpa proses instalasi atau pengembangan tambahan dari pembuatnya.
Teknologi yang menjadi fondasi Pocket bukan dibangun dari nol oleh Meta. Perusahaan ini mengakuisisi Gizmo, sebuah platform gaming berbasis konsep vibe-coding, pada awal tahun 2026. Setelah akuisisi tersebut, Meta mengintegrasikan keahlian tim Gizmo ke dalam ekosistem AI miliknya, dan hasilnya adalah lahirnya Pocket sebagai produk baru yang memperluas jajaran layanan kecerdasan artifisial Meta.
Langkah akuisisi ini sejalan dengan strategi Meta yang belakangan gencar memperkuat portofolio AI-nya, baik lewat pengembangan internal maupun pengambilalihan startup dengan teknologi relevan. Dengan menggabungkan keahlian tim Gizmo, Meta tampak ingin mempercepat posisinya di segmen AI generatif untuk pembuatan aplikasi dan game kasual.
Kabar mengenai Pocket pertama kali mencuat ke publik setelah Alessandro Paluzzi, seorang reverse engineer yang dikenal kerap membongkar fitur-fitur baru di berbagai aplikasi, menemukan halaman Pocket di Google Play Store. Temuan tersebut kemudian ia bagikan melalui platform X, memicu perhatian media dan pengguna internet terhadap proyek baru Meta ini.
Berdasarkan data dari Appfigures, halaman Pocket sudah dapat ditemukan di toko aplikasi sejak 29 Juni 2026. Namun hingga kini, Meta belum memberikan pengumuman resmi mengenai peluncuran Pocket kepada publik secara luas. Kondisi ini menunjukkan bahwa aplikasi tersebut kemungkinan masih berada pada tahap uji coba atau perilisan terbatas sebelum benar-benar dibuka untuk semua pengguna.
| Detail Ketersediaan | Keterangan |
|---|---|
| Tanggal muncul di store | 29 Juni 2026 |
| Platform | Android (Google Play Store) dan iOS (App Store) |
| Wilayah | Belum merata, termasuk kendala akses di Amerika Serikat |
| Status pengumuman | Belum diumumkan resmi oleh Meta |
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pengguna di Amerika Serikat masih mengalami kendala saat mencoba mengunduh Pocket, terutama pada perangkat yang terhubung dengan akun Google tertentu. Halaman bantuan resmi Meta turut mengonfirmasi bahwa distribusi Pocket memang belum menjangkau seluruh wilayah secara global untuk saat ini.
Pembatasan semacam ini sebenarnya cukup lazim ditemui pada aplikasi yang masih dalam fase pengujian bertahap. Biasanya, perusahaan pengembang sengaja membatasi akses ke sejumlah wilayah atau perangkat tertentu terlebih dahulu untuk memantau performa dan mengumpulkan masukan sebelum merilis aplikasi secara menyeluruh ke pasar global.
Jika benar dirilis secara luas, Pocket berpotensi membuka peluang baru bagi masyarakat umum untuk ikut berperan sebagai kreator aplikasi maupun game, tanpa perlu menempuh proses belajar coding yang panjang. Tren aplikasi berbasis prompt semacam ini juga sejalan dengan arah pengembangan AI generatif belakangan ini, di mana banyak perusahaan teknologi besar berlomba menghadirkan alat yang memudahkan pengguna awam menghasilkan karya digital secara instan.
Bagi Meta sendiri, Pocket menjadi salah satu upaya memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan ketat industri AI, sekaligus memperluas basis pengguna yang aktif membuat dan mengonsumsi konten interaktif di dalam ekosistemnya.
Apa fungsi utama dari aplikasi Pocket? Pocket berfungsi sebagai platform untuk membuat aplikasi interaktif dan game sederhana yang disebut gizmo, hanya dengan menggunakan instruksi prompt tanpa memerlukan kemampuan pemrograman.
Apakah membuat aplikasi di Pocket memerlukan kemampuan coding? Tidak. Pocket dirancang agar penggunanya bisa membuat aplikasi tanpa coding, karena AI di dalamnya yang akan menerjemahkan perintah teks menjadi pengalaman interaktif.
Siapa pengembang di balik teknologi Pocket? Teknologi Pocket dikembangkan oleh tim Gizmo, platform game berbasis AI yang diakuisisi Meta pada awal tahun 2026.
Di mana saya bisa menemukan kreasi pengguna lain di Pocket? Pengguna dapat menjelajahi dan mencoba berbagai gizmo hasil karya komunitas melalui fitur feed yang tersedia di dalam aplikasi Pocket.
Kapan Pocket resmi dirilis secara global? Hingga saat ini, Meta belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi secara global. Aplikasi baru terlihat di toko aplikasi sejak 29 Juni 2026 dan distribusinya masih terbatas di sejumlah wilayah.