Cara Mengisi SKP Guru 2026 di E-Kinerja BKN, Ini Tahapannya

5 minutes reading View : 13
Dedi Mujamil S.H.
Pendidikan - 13 Jul 2026

Setiap triwulan, guru berstatus ASN dihadapkan pada satu kewajiban administratif yang tidak bisa ditawar: mengisi Sasaran Kinerja Pegawai atau SKP di aplikasi E-Kinerja BKN. Bukan sekadar formalitas, data yang diinput di sana menjadi rujukan utama atasan langsung saat menilai kinerja selama periode berjalan.

Memasuki Triwulan 2 tahun 2026 yang mencakup rentang April sampai Juni, para guru kembali diminta melengkapi empat tahapan inti: menambahkan periode penilaian, menyusun rencana aksi, mengunggah bukti dukung, hingga mengisi realisasi. Keempat tahapan ini saling terkait satu sama lain, sehingga kesalahan di satu bagian bisa berimbas ke proses berikutnya.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku pengelola sistem ASN Digital kerap mengingatkan agar aparatur sipil negara, termasuk guru, tidak menunda pengisian kinerja hingga mendekati tenggat waktu. Kebiasaan menunda ini yang paling sering memicu kesalahan input maupun hilangnya dokumen pendukung yang seharusnya sudah tersimpan sejak awal.

Menambahkan Periode Penilaian Triwulan 2

Langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah memastikan periode penilaian Triwulan 2 sudah aktif di akun masing-masing. Tanpa langkah ini, seluruh proses pengisian berikutnya tidak akan bisa dilanjutkan.

Langkah-langkah yang perlu diikuti

  1. Masuk ke Portal ASN Digital menggunakan akun terdaftar, lalu selesaikan verifikasi keamanan sesuai metode autentikasi yang berlaku.
  2. Pilih menu Layanan Individu ASN, kemudian buka menu Kinerja untuk melihat daftar SKP yang tersedia.
  3. Temukan SKP dengan periode 1 Januari 2026 sampai 31 Desember 2026, lalu klik menu Penilaian.
  4. Klik tombol Tambah Periode Penilaian dan pilih Triwulan 2, yang mencakup April hingga Juni 2026.
  5. Cek kembali periode yang dipilih sebelum menyimpan, sebab kesalahan memilih periode akan membuat data tersimpan di jadwal yang keliru.
  6. Pastikan Triwulan 2 sudah muncul di daftar penilaian sebagai tanda bahwa tahap ini berhasil dan siap dilanjutkan ke proses berikutnya.

Guru sebenarnya masih memiliki tenggang waktu sekitar satu bulan setelah periode berakhir untuk melengkapi data. Meski begitu, mengisi lebih awal tetap menjadi pilihan yang lebih aman ketimbang menunggu hingga mendekati batas akhir.

Menyusun Rencana Aksi dari RHK

Setelah periode aktif, tahap selanjutnya adalah menyusun rencana aksi yang merupakan turunan dari Rencana Hasil Kerja (RHK) yang sudah dibuat lebih dahulu.

Cara menambahkan rencana aksi

  1. Buka menu Rencana Aksi pada periode Triwulan 2 yang telah ditambahkan sebelumnya.
  2. Periksa daftar RHK yang tersedia, lalu tentukan pekerjaan mana saja yang benar-benar berjalan selama Triwulan 2.
  3. Klik tombol Tambah pada RHK yang dipilih, kemudian isi uraian kegiatan secara jelas.
  4. Masukkan target pekerjaan berdasarkan capaian yang direncanakan selama April-Juni, bukan target tahunan.
  5. Pastikan target tersebut masih selaras dengan indikator kinerja pada masing-masing RHK.
  6. Simpan rencana aksi, lalu ulangi proses yang sama untuk RHK lain yang memang memiliki aktivitas pada periode ini.

RHK yang tidak memiliki kegiatan pada Triwulan 2 sebaiknya dibiarkan kosong. Guru tidak diwajibkan mengisi rencana aksi di seluruh RHK yang terdaftar, melainkan cukup pada RHK yang aktivitasnya benar-benar berlangsung di periode tersebut.

Mengunggah Bukti Dukung

Bukti dukung menjadi dokumen pembuktian bahwa rencana aksi yang dituliskan memang dilaksanakan di lapangan. Tahap ini kerap dianggap sepele, padahal berperan besar saat proses verifikasi oleh atasan.

Tahapan unggah bukti dukung

  1. Kumpulkan seluruh dokumen terkait rencana aksi, lalu kelompokkan berdasarkan RHK masing-masing.
  2. Unggah dokumen ke layanan penyimpanan daring seperti Google Drive.
  3. Susun dokumen ke dalam folder berbeda sesuai jenis kegiatan agar mudah diperiksa atasan.
  4. Buka pengaturan berbagi pada folder yang akan dijadikan bukti dukung.
  5. Ubah izin akses menjadi “dapat dibuka siapa saja yang memiliki tautan” agar atasan tidak terkendala saat membuka dokumen.
  6. Salin tautan folder, kembali ke menu Bukti Dukung di aplikasi E-Kinerja.
  7. Klik tombol Tambah, isi nama bukti dukung, lalu tempelkan tautan sebelum menyimpan.
  8. Uji tautan tersebut lewat peramban untuk memastikan dapat diakses tanpa kendala sebelum benar-benar disimpan.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Lupa mengubah izin akses tautan menjadi publik adalah kendala yang paling banyak dikeluhkan. Akibatnya, atasan tidak bisa membuka bukti dukung meski data sudah ditambahkan di sistem.

Mengisi Realisasi Kinerja

Realisasi menjadi tahap penutup yang menggambarkan capaian nyata guru dibandingkan dengan target yang sudah ditulis di rencana aksi.

Langkah pengisian realisasi

  1. Buka menu Realisasi pada RHK yang sudah memiliki rencana aksi dan bukti dukung.
  2. Klik tombol Edit pada kolom realisasi, lalu tuliskan uraian hasil pekerjaan sesuai capaian selama Triwulan 2.
  3. Jelaskan hasil kerja secara jelas, singkat, dan sesuai fakta.
  4. Tambahkan sumber data pendukung agar informasi yang disampaikan punya dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Pastikan realisasi tetap selaras dengan target yang ditetapkan pada rencana aksi.
  6. Simpan perubahan, lalu ulangi langkah yang sama pada setiap RHK yang memiliki aktivitas.
  7. Periksa ulang seluruh isian sebelum mengakhiri proses, pastikan tidak ada kolom yang kosong.

Setelah seluruh tahapan tuntas, guru tinggal menunggu proses penilaian dari atasan langsung yang akan meninjau kesesuaian antara target dan realisasi yang telah diisi.

Tips Supaya Pengisian SKP Lebih Efisien

Pengelola kepegawaian di berbagai instansi kerap menyarankan agar ASN, termasuk guru, membangun kebiasaan mendokumentasikan kegiatan sejak hari pelaksanaan berlangsung, bukan menjelang tenggat pengisian.

  • Simpan foto dan dokumen kegiatan segera setelah acara selesai.
  • Buat folder khusus di penyimpanan awan untuk setiap RHK sejak awal tahun.
  • Catat target dan realisasi secara berkala setiap bulan, bukan hanya menjelang batas akhir triwulan.

Kebiasaan mencatat sejak dini juga membantu menghindari kesalahan yang biasanya muncul karena mengandalkan ingatan di akhir periode.

Kesalahan Umum yang Perlu Diwaspadai

KesalahanDampak
Lupa mengubah akses tautan Google Drive menjadi publikAtasan tidak bisa membuka bukti dukung
Mengisi rencana aksi di seluruh RHK padahal tidak semua berjalanData menjadi tidak akurat
Menunda pengisian hingga mendekati tenggatBerisiko lupa detail kegiatan atau kehilangan dokumen

Menghindari kesalahan-kesalahan di atas akan membuat proses penilaian kinerja triwulanan berjalan lebih lancar, tanpa perlu revisi berulang kali ke atasan langsung.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *