
Kabar soal kehadiran SUV hybrid baru dari Jetour makin ramai dibicarakan setelah unit uji jalan Jetour T2 i-DM terlihat berseliweran di berbagai medan di Indonesia. Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) tersebut sedang bersiap menyapa pasar Tanah Air dalam waktu dekat.
Pengujian tidak dilakukan asal-asalan. Tim Jetour tampak menjajal kendaraan ini di berbagai skenario, mulai dari uji akselerasi di jalan mulus sampai manuver di trek bergelombang dan medan berat khas offroad. Tujuannya jelas: memastikan mobil ini benar-benar siap dipakai sehari-hari sekaligus tangguh diajak berpetualang keluar aspal.
Yang membuat T2 i-DM menarik perhatian bukan cuma soal ketangguhan, tapi juga bagaimana Jetour mencoba menggabungkan efisiensi bahan bakar ala hybrid dengan performa yang jauh lebih besar dibanding versi bensinnya. Kombinasi ini yang bikin banyak calon pembeli penasaran, apalagi segmen SUV ladder frame di Indonesia terbilang cukup ramai persaingannya.
Jantung mekanis Jetour T2 i-DM mengandalkan sistem hybrid 1.5TD-3DHT yang digadang mampu melahirkan tenaga hingga 280 kW dengan torsi puncak mencapai 610 Nm. Angka ini jauh meninggalkan versi bensin standar yang beredar lebih dulu di pasar Indonesia.
| Spesifikasi | Jetour T2 (Bensin) | Jetour T2 i-DM (PHEV) |
|---|---|---|
| Mesin | 2.0 Liter Turbo GDI | 1.5TD-3DHT Hybrid |
| Tenaga Maksimum | 245 PS | 280 kW |
| Torsi Maksimum | 375 Nm | 610 Nm |
| Transmisi | 7-Speed DCT | Sistem Hybrid 3DHT |
Lompatan torsi dari 375 Nm ke 610 Nm ini bukan angka kaleng-kaleng. Dalam praktiknya, selisih tersebut biasanya terasa signifikan saat menanjak, membawa muatan penuh, atau melibas jalur offroad yang membutuhkan tenaga instan di putaran mesin rendah.
Bukan cuma mesin yang dibenahi, interior Jetour T2 i-DM juga dipersenjatai chip Snapdragon 8155 Smart Chip yang menggerakkan layar kontrol berukuran 15,6 inci. Chip kelas atas ini umum dipakai untuk memastikan tampilan infotainment tetap responsif meski menjalankan banyak fitur konektivitas sekaligus.
Beberapa fitur yang disematkan pada T2 i-DM tampak dirancang khusus untuk penggemar aktivitas luar ruang, di antaranya:
Saat ini, Jetour T2 versi reguler sudah dipasarkan di Indonesia dengan banderol berkisar Rp588 juta hingga Rp598 juta, menyasar segmen SUV ladder frame bergaya tangguh.
Moch Ranggy Radiansyah selaku Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia menyampaikan bahwa mobil ini dinilai cocok dengan karakter pasar domestik karena menawarkan fleksibilitas untuk pemakaian harian sekaligus ketangguhan untuk kebutuhan berpetualang. Dengan posisi tersebut, Jetour T2 akan berhadapan langsung dengan pemain lama seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, serta pendatang baru yang belakangan mulai mencuri perhatian seperti GWM Tank 300 dan BAIC BJ40 Plus.
Selain T2 i-DM, Jetour rupanya juga tengah menjajal SUV lain bernama G700 yang berpotensi ikut masuk ke pasar Indonesia. Uji coba G700 difokuskan pada kemampuan offroad ekstrem, mulai dari melintasi side slope, cross-axle, hingga roller ramp.
Untuk urusan ketangguhan medan berat, G700 mengandalkan GAIA Architecture yang dipadukan dengan sistem tiga differential lock, kombinasi yang lazim digunakan pada kendaraan offroad kelas berat untuk menjaga traksi optimal di kondisi jalan paling menantang sekalipun.
Apa beda utama Jetour T2 i-DM dengan versi bensinnya? Perbedaan paling mencolok ada pada sistem penggerak. T2 i-DM mengusung teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) dengan torsi jauh lebih besar, yakni 610 Nm, dibanding versi bensin yang hanya 375 Nm.
Berapa kisaran harga Jetour T2 di Indonesia saat ini? Jetour T2 versi reguler saat ini dibanderol pada rentang Rp588 juta sampai Rp598 juta.
Apa fungsi fitur suplai daya eksternal di Jetour T2 i-DM? Fitur ini memungkinkan mobil menyalurkan daya listrik hingga 3,3 kW untuk menghidupkan perangkat elektronik di luar kendaraan, cocok untuk kebutuhan camping atau kerja lapangan.
Siapa saja kompetitor Jetour T2 di pasar Indonesia? Beberapa pesaing utamanya adalah Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, GWM Tank 300, dan BAIC BJ40 Plus.