
Program internet murah untuk masyarakat kini benar-benar sudah bisa dinikmati. Sejak Juni 2026, layanan yang disebut Internet Rakyat ini resmi tersedia bagi warga di sejumlah daerah, menawarkan koneksi rumahan dengan banderol yang jauh lebih ringan dibanding provider konvensional.
Sasaran program ini cukup luas, mulai dari keluarga, pelajar, pekerja kantoran, sampai pelaku usaha kecil di berbagai wilayah. Yang membuatnya berbeda dari layanan WiFi rumahan pada umumnya adalah teknologi yang dipakai, yakni Fixed Wireless Access (FWA), sehingga pemasangan tidak perlu menarik kabel fiber sampai ke dalam rumah pelanggan.
Berkat pendekatan itu, proses penyediaan layanan bisa berlangsung lebih cepat, terutama di daerah yang selama ini belum terjangkau jaringan fiber optik. Penyelenggara program juga menggandeng beberapa mitra teknologi untuk membangun jaringan secara bertahap, menyesuaikan jumlah calon pelanggan di tiap wilayah. Bagi yang tertarik, berikut ulasan lengkap soal cakupan wilayah, tarif, hingga cara mendaftar Internet Rakyat 2026.
Berdasarkan pemetaan jaringan yang dipakai penyelenggara, teknologi Open RAN pada program ini baru menjangkau tiga pulau besar di Indonesia. Berikut rincian wilayah yang sudah masuk cakupan awal:
Daftar wilayah ini kemungkinan besar akan terus bertambah seiring banyaknya masyarakat yang melakukan pra registrasi di daerah masing-masing.
Sebelum mendaftar, ada baiknya calon pelanggan memastikan dulu apakah rumahnya sudah masuk peta jaringan operator. Caranya cukup mudah:
Jika lokasi belum ditandai merah, itu bukan berarti pendaftaran tertutup. Jaringan program ini terus diperluas secara berkala mengikuti animo masyarakat.
Pendaftaran dilakukan lewat mekanisme pra registrasi digital. Semakin banyak warga di satu wilayah yang mendaftar, semakin besar peluang wilayah tersebut diprioritaskan untuk pembangunan jaringan berikutnya. Berikut tahapannya:
Setelah formulir dikirim, sistem akan otomatis mencatat data pendaftar sebagai bagian dari basis pelanggan potensial di wilayah tersebut, menunggu proses verifikasi berikutnya.
Berbeda dari penawaran awal yang sempat menyediakan beberapa pilihan paket, kini operator hanya menyediakan satu jenis paket bulanan untuk seluruh pelanggan:
Harga ini tergolong kompetitif jika dibandingkan rata-rata biaya WiFi rumahan lain, yang umumnya mematok tarif dua hingga tiga kali lipat lebih mahal untuk kecepatan setara.
Waktu aktivasi sangat tergantung urutan antrean pendaftaran di masing-masing wilayah, sehingga bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Wilayah dengan jumlah pendaftar lebih banyak biasanya diprioritaskan lebih dulu, karena data itu dipakai operator untuk menentukan lokasi pembangunan infrastruktur.
Setelah nama calon pelanggan masuk antrean prioritas, teknisi lapangan akan menghubungi langsung lewat nomor WhatsApp yang telah didaftarkan — biasanya untuk konfirmasi jadwal survei lokasi maupun jadwal pengiriman perangkat. Karena itu, pelanggan disarankan tetap memantau ponselnya secara berkala.
Program ini berjalan melalui tiga fase besar sejak penghujung 2025 hingga pertengahan 2026 agar penyediaan layanan lebih terukur dan merata:
Ketiga fase ini saling berkaitan, sehingga keterlambatan pada satu tahap bisa memengaruhi jadwal aktivasi di wilayah tertentu.
Setelah modem sampai di rumah pelanggan, tahap berikutnya adalah aktivasi agar internet benar-benar bisa dipakai. Menurut keterangan dari akun resmi Internet Rakyat kepada pelanggannya, tim distributor akan mengantarkan modem sekaligus memandu proses aktivasi secara mandiri.
Selama masa transisi menuju peluncuran aplikasi resmi, sebagian pelanggan mungkin masih dipandu secara manual oleh teknisi yang datang langsung ke lokasi.
| Aspek | Internet Rakyat | WiFi Rumahan Konvensional |
|---|---|---|
| Harga per bulan | ± Rp100.000 | Rp200.000 – Rp300.000-an |
| Kecepatan | Hingga 100 Mbps | Bervariasi, umumnya sepadan di harga lebih tinggi |
| Kuota | Unlimited | Umumnya unlimited |
| Teknologi | FWA / Open RAN | Fiber optik |
| Instalasi | Tanpa tarik kabel ke rumah | Perlu penarikan kabel fiber |
| Ketahanan sinyal | Rentan cuaca & hambatan fisik | Relatif lebih stabil |
Dari sisi harga, selisihnya cukup jauh dibanding penyedia WiFi rumahan konvensional yang sudah lama beroperasi. Namun, calon pelanggan tetap perlu mempertimbangkan faktor stabilitas sinyal, sebab teknologi nirkabel cenderung lebih rentan terhadap gangguan cuaca dan hambatan fisik dibanding jaringan kabel fiber.
Ketekunan memantau status pendaftaran jadi kunci penting, sebab pembangunan jaringan ini masih terus berkembang mengikuti animo masyarakat di tiap wilayah. Bagi yang sedang mencari opsi internet rumahan dengan biaya lebih ringan, program ini layak dipertimbangkan — asalkan sudah memahami cakupan wilayah, tahapan registrasi, dan estimasi waktu pemasangannya agar tidak salah ekspektasi.
No Comments