
Belakangan ini media sosial diramaikan unggahan yang mengklaim adanya lowongan resmi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk tahun 2026. Unggahan tersebut lengkap dengan formasi, syarat pendaftaran, hingga tautan yang diklaim sebagai jalur pendaftaran resmi.
Tidak sedikit warganet yang tergiur, mengingat kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) memang selalu dinanti banyak orang setiap tahunnya. Apalagi informasi itu disebar dengan format yang meyakinkan, memakai identitas Kemenag, dan menjanjikan proses pendaftaran yang mudah.
Namun sebelum buru-buru mengklik tautan dan mengisi data pribadi, ada baiknya masyarakat memastikan dulu kebenaran informasi tersebut. Tim Cek Fakta peradaban.id menelusuri langsung ke sumber resmi untuk mengetahui apakah benar Kemenag telah membuka pendaftaran CPNS 2026.
Klaim ini pertama kali ditemukan beredar melalui sebuah akun TikTok. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa Kemenag membuka berbagai formasi strategis di unit kerja pusat maupun daerah, dengan syarat umum seperti status WNI, batas usia sesuai formasi, pendidikan minimal, serta kondisi sehat jasmani dan rohani.
Unggahan tersebut juga mencantumkan daftar berkas yang perlu disiapkan, mulai dari KTP, Kartu Keluarga, ijazah, transkrip nilai, hingga pas foto terbaru. Yang menarik perhatian, akun tersebut menegaskan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya, namun link pendaftaran resmi hanya dicantumkan di bio profil akun TikTok, bukan pada situs resmi pemerintah.
Ketika tautan pada bio profil tersebut ditelusuri, halaman yang muncul berupa formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi, termasuk nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif. Pola semacam ini kerap ditemukan pada modus penipuan berkedok lowongan kerja instansi pemerintah.
Dari hasil penelusuran, ditemukan pernyataan resmi Kemenag di situsnya berjudul “Waspada Hoaks! Kemenag Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS dan PPPK”. Melalui pernyataan itu, Kemenag secara tegas membantah adanya rekrutmen CPNS maupun PPPK yang mengatasnamakan lembaganya.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, menegaskan bahwa hingga kini Kemenag belum membuka rekrutmen CPNS ataupun PPPK, dan menyebut informasi pendaftaran yang beredar atas nama Kemenag di media sosial adalah hoaks.
Wawan menambahkan bahwa setiap proses rekrutmen ASN di lingkungan Kemenag selalu dilakukan secara resmi dan transparan. Jika suatu saat ada kebijakan pembukaan rekrutmen, pengumumannya hanya akan disampaikan melalui situs resmi Kemenag.go.id, akun media sosial resmi lembaga, serta kanal pemerintah lainnya, bukan melalui tautan pribadi yang tidak jelas asal-usulnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi lowongan yang tidak bersumber jelas, terlebih jika disertai permintaan data pribadi, biaya pendaftaran, atau iming-iming janji kelulusan. Kemenag mendorong masyarakat untuk selalu mengecek ulang informasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.
Penelusuran juga mengarah pada pemberitaan peradaban.id sebelumnya yang membahas panduan pendaftaran seleksi CPNS 2026. Artikel itu menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS hanya dilakukan lewat satu portal resmi, yaitu Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) di alamat sscasn.bkn.go.id. Di luar portal tersebut, segala bentuk tautan pendaftaran patut dicurigai.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakhrullah, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini masih aktif menyusun formasi sekaligus menghitung kebutuhan riil ASN di berbagai instansi. Setelah tahap penyusunan formasi rampung, barulah pemerintah akan melangkah ke tahap seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Dengan kata lain, tahapan seleksi CASN 2026 secara resmi belum dibuka karena proses penyusunan formasinya sendiri masih berjalan.
Modus penyebaran informasi lowongan CPNS palsu bukan kali pertama terjadi. Setiap mendekati periode rekrutmen ASN, hoaks serupa kerap muncul dengan memanfaatkan momentum dan rasa antusias masyarakat. Dampaknya bisa merugikan korban secara materiil maupun berisiko pada penyalahgunaan data pribadi yang telah diserahkan melalui formulir palsu.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi lowongan ASN melalui situs resmi instansi terkait atau portal SSCASN BKN, bukan dari akun media sosial pribadi maupun tautan yang tidak jelas sumbernya.
Berdasarkan hasil penelusuran Cek Fakta peradaban.id, klaim mengenai link pendaftaran CPNS Kemenag 2026 yang beredar di media sosial dipastikan tidak benar alias hoaks. Kemenag secara resmi menyatakan belum membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK, dan satu-satunya jalur pendaftaran CPNS yang sah adalah melalui portal SSCASN BKN.
No Comments