Mbah Arifin, Banser Tertua yang Ikut Koreografi di Puncak Resepsi 1 Abad NU

PERADABAN.ID – Salah satu hal yang akan menarik perhatian di dalam acara Puncak Resepsi Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) adalah penampilan koreografi 12 ribu personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (7/2/2023) besok.
Belasan ribu Banser itu berasal dari 9 kabupaten yang ada di Jawa Timur. Keikutsertaan mereka tak dibatasi usia. Mulai dari usia baru lulus sekolah menengah atas hingga orang tua lanjut usia, selama mereka mampu, dipersilakan untuk ikut berlatih koreografi agar bisa tampil di hadapan Presiden Joko Widodo dan ulama mancanegara.
Banser tertua ini akrab disapa Mbah Arifin. Dari wajah dan gigi yang sudah banyak tanggal itu, dia selalu jadi pusat perhatian. Mbah Arifin berasal dari Nganjuk, Jawa Timur, berusia 65 tahun.
Baca Juga Jajak Pendapat Kompas, NU Optimal Menjaga Toleransi dan Kebhinekaan
Meski sudah lanjut usia, tetapi semangatnya untuk terus berlatih tetap tak kalah dengan anak-anak muda yang mendominasi pasukan Banser.
Dia memastikan diri selalu dalam keadaan semangat, meskipun selama dua hari belakangan ini dia harus berlatih di bawah terik matahari bersuhu lebih dari 30 derajat celcius. Jiwa semangat itulah yang mengilhami Mbah Arifin untuk tetap setia kepada Banser sejak 1993.
“Rasanya jadi Banser, semangat. Semangat!” seru Mbah Arifin seraya mengepalkan tangan dan menyunggingkan senyum hingga menampakkan giginya yang tinggal dua. Dalam keikutsertaan memeriahkan Peringatan Puncak Resepsi Harlah 1 Abad NU ini, Mbah Arifin meniatkan diri untuk ikut olahraga.
Baca Juga Syirkatul Inan Murabathah Nahdhatut Tujjar
Dia juga punya niat agar anak-anak muda yang belum bergabung Banser bisa terinspirasi darinya.
“Satu Abad NU mengikuti olahraga. Alasannya menyemangatkan rekan-rekan yang belum masuk (Banser). Semangat saja. Pekerjaan sehari-hari cangkulan,” ujar Mbah Arifin yang sehari-hari mengaku bekerja sebagai petani.
Sebagai Nahdliyin yang ikut menjadi bagian dari sejarah dengan ikut tampil membawakan koreografi, Mbah Arifin juga memiliki harapan kepada perkumpulan ulama terbesar di dunia ini. “Harapan untuk NU lebih baik lagi,” kata Mbah Arifin.




2 Comments