Gus Yahya Jelaskan Nalar Trilogi Ukhuwah

PERADABAN.ID – KH Achmad Siddiq meletakkan satu kerangka keagamaan yang dikenal dengan trilogi persaudaraan (ukhuwah). Terdiri dari ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, trilogi itu dicetuskan pada Muktamar NU Ke-27 tahun 1984 di Situbondo.
“Banyak orang membuat rangkaian nalar bahwa ukhuwah islamiyah itu adalah bingkai yang paling kecil, kemudian bingkai yang lebih besar yaitu ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan bingkai yang lebih luas lagi yaitu persaudaraan kemanusiaan,” kata Gus Yahya dalam Stadium Generale 2022-2023 Universitas Surabaya (UBAYA), Rabu (31/8/2022).
Susunan nalar kesadaran persaudaraan yang diamini oleh banyak orang ini dinilai terbalik oleh Gus Yahya. Sebab menurutnya, ukhuwah islamiyah baru memungkinkan kalau ada ukhuwah wathaniyah.
Baca Juga
- LAZISNU PBNU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Garut
- Berita dan Informasi Gus Yahya Terbaru
“Persaudaraan keislaman antara sesama muslim hanya mungkin kalau ada persaudaraan kebangsaan. NU sama Muhammadiyah ini tidak akan bisa rukun kalau tidak sama-sama menyadari persaudaraan kebangsaan,” terang Gus Yahya.
Lebih lanjut, hadirnya kesadaran persaudaran kebangsaan menurutnya, dapat memungkinkan apabila ada kesadaran persaudaraan kemanusiaan.
“Saya atau kita yang punya warna kulit yang berbeda-beda ini, punya potongan yang berbeda-beda ini, lalu bisa merasa sebangsa kalau tidak merasa sama-sama manusia,” lanjutnya.
Jadi menurutnya, prasyarat dari persaudaraan keislaman itu adalah persaudaraan kebangsaan, dan prasyarat persaudaraan kebangsaan itu adalah persaudaraan kemanusiaan.
Bertema Menakar Indonesia ke Depan: Harmoni Kehidupan Beragama untuk Merawat Indonesia, selain Gus Yahya, hadir sebagai pembicara Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof KH Haedar Natsir.




One Comment