Gus Men Beri Hadiah Apresiasi Buku Biografinya kepada Yaqut Cholil Qoumas

PERADABAN.ID – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) memberikan hadiah apresiasi kepada anak yang namanya sama persis dengan nama Gus Yaqut: Yaqut Cholil Qoumas.
Hadiah apresiasi itu diberikan kepada Yaqut Cholil Qoumas santri Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PaudQu) Al-Muhajirin di daerah Karaton, Pandeglang, Banten, Selasa (13/6).
“Ini merupakan bentuk apresiasi dari Gus Men kepada anak kecil Bernama Yaqut Cholil Qoumas,” kata Heri selaku yang mewakili Gus Men dalam acara tersebut.
Baca Juga
Yaqut Cholil Qoumas merupakan santri kelahiran Pandeglang, 8 Februari 2017. Dia merupakan anak kedua dari pasangan Handi Kusnandi dan Yanti Dwi Rahmawati.
Dalam acara apresiasi itu, terlihat Yaqut senang dan haru-bahagian. Ia didampingi kedua orang tuanya, pejabat Kementrian Agama dan Pengurus Pesantren PaudQu Al-Muhajirin, Karaton, Pandeglang Banten.
Pesantren PaudQu Al Muhajirin merupakan pesantren yang masih menginduk ke PaudQu Al Muhajirin Karaton dan ke PaudQu Mukhliskhan 4 Pandeglang, Banten.
Baca Juga
- “Jemaah Lapor GusMen”, Kanal Aduan Tangani Permasalahan Jemaah Haji
- Gus Yahya Temui Presiden Jokowi, Bahas Forum Dialog Antaragama dalam KTT ASEAN
Gus Men menghadiahkan buku biografinya yang berjudul “Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia” dan jaket varsity 1 Abad NU dengan tulisan sebuah kredo PBNU sekarang yaitu “Merawat Jagat, Membangun Peradaban 1344-1444 H” di belakangnya.
“Bapaknya Yaqut ini mungkin penggembar abahku. Sehingga anaknya sama persis dengan nama yang diberikan abah untukku, Yaqut Cholil Qoumas,” tulis Gus Men di akun instragramnya.
“Semoga jadi anak pintar, sholeh, birrul walidain dan bermanfaat bagi negara, nusa, bangsa, dan agama ya Qut,” lanjutnya.
Baca Juga
- Haji Reguler Dapat Asuransi Jiwa dan Kecelakaan, Upaya Perlindungan Jemaah
- Pameran Komite Hijaz Digelar di Beberapa Daerah, Wacanakan Bentuk Museum Sejarah NU
Selain itu Gus Men juga berpesan agar Yaqut kecil ini memegang pesan yang disampaikannya dengan sangat halus.
“Pegang dan ingat dua hal ini: sabar ketika kamu tak punya apapun dan jaga tata krama saat kamu punya segalanya.. Yang juga penting, teruslah berbuat baik. Karena ia akan kembali kepadamu lewat cara-cara yang seringkali tak terduga,” tulis Gus Men.
“Jangan khianat. Nanti kualat! Ada orang yang berkhianat yang akhirnya hanya berhenti di kubangan,” tegasnya.
Perlu diketahui, buku biografi Gus Yaqut berjudul “Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia” merupakan buku yang belum beredar di pasaran, sehingga ini menjadi momen ikonik. Karena yang pertama kali memegang buku tersebut tidak lain adalah Yaqut Cholil Qoumas kecil.



