Berita

Diselingi Guyon, Gus Men Ungkap Tiga Alasan Jadi Ketua Pelaksana Resepsi Puncak Satu Abad NU

PERADABAN.ID – Bermula dari pertanyaan awak media kepada para musisi dan utamanya Slank, suasana Konferensi Pers Artis Pendukung Resepsi Puncak Satu Abad NU yang digelar di Gedung PBNU pada Jumat (17/1/2023), menjadi riuh gemuruh penuh guyon.

Awak media tidak mempertanyakan, akan tetapi lebih request ‘lagu’. Menurutnya diantara lagu NU yang terkenal ada tiga yaitu Selawat Badar, Selawat Nahdliyah dan Syiir Tanpo Waton.

Bahkan lanjutnya, Selawat Badar dibawakan secara Internasional di Bosnia oleh Sharifah Khasif. Untuk itu, dalam helatan Resepsi Puncak Satu Abad NU, Slank diminta agar membawakan selawat versi mereka.

“Kalau Slank ngaransemen Selawat Badar misalnya, akan lebih rock dan mantap,”

“Iya memang di awal insyaallah sama Gus Men ya kita selawat bareng dulu, insyaallah, bismillah,” jawab Bimbim Slank.

Baca juga:

Lekas setelah jawaban itu terlontar, para musisi, termasuk jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Gus Men untuk memberikan tanggapan. Sebab tidak ada yang spesifik mengarah terhadapnya, Gus Men merasa tidak perlu memberikan tanggapan.

“Suruh apa saya?” tanya Gus Men menyelip guyon.

“Bikin pertanyaan sendiri,” ujar Gus Yahya Ketua Umum PBNU disambut gelak tawa para hadirin.

Menurut Menteri Agama ini, ada tiga hal penting yang menjadi pertimbangan dirinya menerima tanggung jawab sebagai Ketua Pelaksana Resepsi Puncak Satu Abad NU.

“Pertama karena ini Nahdlatul Ulama, tadi ada berkah raksasa yang saya kira kita harus mendapat bagian darinya. Yang kedua, PBNU ini kakak saya Ketua Umumnya, jadi saya gak bisa nolak,” tawa pecah tak terhindarkan.

Alasan ketiga, adalah posisinya yang saat ini menjadi Ketua Umum PP GP Ansor. Menurutnya, sebagai Ketua, Gus Men akan melaksanakan segala yang diperintahkan oleh PBNU.

“Jadi diperintah apapun oleh PBNU, harus mau tidak bolek nolak,” imbuhnya.

Baca juga:

Kendati memikul tanggung jawab sebagai Ketua Pelaksan, Gus Men menilai bahwa pekerjaannya lebih mudah karena terdapat steering committee yang berada di atasnya secara struktural.

“Tetapi saya punya atasan, steering committeenya Pak Erick. Jadi saya mau ngapa-ngapain tanya pak Erick saja. Sesimple itu,” Gus Men menambahkan.

Menurutnya, NU menggelar kegiatan yang sangat spektakuler dan menjadi perhelatan yang tidak akan pernah terlupakan serta, belum ada sebelumnya. Sehingga dia mengajak masyarakat untuk ikut serta menghadiri perhelatan tersebut.

“Jadi rugi kalau gak datang dan gak nonton,” ajaknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button