Berita

Capai Posisi Tinggi Organisasi, Bang Addin Ibaratkan Memimpin Ansor sebagai Koki

PERADABAN.ID – Layaknya seorang koki, Ansor harus mempunyai bahan baku, memasak dan mengolahnya, lalu menyiapkannya untuk dihidangkan kepada pelanggan. Apabila lezat, maka Ansor akan disukai. Tetapi jika tidak, yang terjadi adalah sebaliknya.

“Bahan bakunya dari mahasiswa. Lalu dikelola oleh Ansor yang lezat, maka setiap yang menikmatinya akan memuaskan pelanggan. Kalau masakan tidak enak, maka orang tidak akan menggunakan jasa kita,” kata Bang Addin saat membuka Konferwil PW GP Ansor Yogyakarta, Minggu (29/9).

Untuk menjadi koki yang handal, Bang Addin meminta agar dalam menjadi pemimpin di Ansor harus menerapkan tiga pola kepemimpinan. Pertama adalah menjadi manager organisasasi untuk Ansor, menjadi pemimpin umat bagi kader-kader Rijalul Ansor, dan komandan pasukan bagi kader Banser.

“Tiga kepempinan ini kalau kita praktekkan dengan baik, dihayati dengan baik, setelah berkhidmah di Ansor dan mengabdi di masyarakat apa pun posisinya akan bermanfaat di dalam semua hal,” tambahnya.

Baca juga:

Selain penghayatan terhadap nilai dan tradisi organisasi seperti kaderisasi dan kegiatan keagamaan, kader Ansor harus mampu menempatkan Ansor dalam posisi yang tinggi dan strategis. Dengan posisi yang tinggi, Ansor akan bisa melakukan negosiasi-negosiasi atas kepentingan besar organisasi.

“Kita mempunyai kepentingan besar soal distribusi kader, mendistribusikan calon-calon pemimpin politik yang hebat, juga pengusaha, dan tokoh sosial yang hebat. Termasuk menegosiasikan ajaran Aswaja agar tetap kokoh di setiap lini masyarakat,” jelasnya.

Tugas pengurus adalah membangun hal tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh, melalui aktivasi organisasi dengan segala perangkatnya.

“Maka sejatinya organisasi Ansor dengan segala perangkatnya, punya tanggung jawab besar mengelola organisasi. Mengelola sumber daya manusia yang kita miliki menjadi tangguh,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button