Berada di Perbatasan Antar Negara, Gus Rifqi Minta Kader Batam Aktif Kampanyekan Cinta Tanah Air

PERADABAN.ID – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor H. A. Rifqi Al Mubarok meminta kader Ansor Batam aktif kampanyekan cinta tanah air. Hal ini disampaikan saat menghadiri Konfercab IV GP Ansor Kota Batam pada Minggu (4/5).
“Batam merupakan daerah strategis bangsa Indonesia. Letaknya langsung berada di halaman depan negara tetangga. Ini penting agar kader mengampanyekan nasionalisme,” katanya.
Di tengah eskalasi global yang terus meningkat, Gus Rifqi menilai setiap negara perlu awas, apalagi Indonesia yang mempunyai kekayaan alam dan penduduk yang besar. Menurutnya jangan sampai, kekayaan alam jadi objek eksploitasi bangsa lain. Sementara banyaknya jumlah penduduk hanya dijadikan mangsa pasar.
“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader dalam hal pengelolaan sumber daya yang kita miliki harus ditingkatkan. Ini menjadi inheren dengan khidmat organisasi,” tambahnya.
Baca juga:
- Dua Menteri Dukung Patriot Ketahanan Pangan GP Ansor, Sukses Ekspor 18,5 Ton Gula Kelapa ke Hungaria
- Bangun Toleransi Ekonomi dari Desa, GP Ansor Gaet Mendes dan Mendag Luncurkan Ekspor Gula Kelapa
Gus Rifqi menyebut beberapa program GP Ansor seperti pendirian Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) menjadi bagian tak terpisahkan, selain mengangkat martabat ekonomi kader dan organisasi, juga ikut meningkatkan keterampilan kader dalam pengelolaan sumber daya.
“Banyak hal yang bisa dilakukan dengan BUMA. Kendaraan strategis untuk mengaktivasi kegiatan ekonomi, sekaligus meningkatkan kapasitas kader untuk mengelola sumber daya dan kebutuhan pasar lainnya,” imbuh Gus Rifqi.
Sementara kaderisasi dan konsolidasi organisasi menjadi hal lain yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Sebagai ruang peningkatan nilai organisasi, kaderisasi menjadi hal yang sangat fundamental untuk terus dilakukan.
“Satu sisi ini menjadi ruang doktrinasi nilai organisasi agar kepemilikan kader terhadap bangsa dan Nahdlatul ulama tidak pupus. Konsolidasi demikian juga untuk merekatkan soliditas dan loyalitas kader kepada organisasi,” ujarnya.
“Ansor itu harus satu komando dari atas sampai bawah, karena niat kita adalah berkhidmat. Tidak ada ruang untuk konflik,” pungkasnya.



