Final Piala Dunia 2026 Segera Digelar, Ini Jadwal Lengkap Spanyol Vs Argentina

5 minutes reading View : 17
Maman Suparman
Olahraga - 16 Jul 2026

Panggung puncak Piala Dunia 2026 akhirnya terkonfirmasi. Spanyol dan Argentina dipastikan bertemu di partai final setelah sama-sama menuntaskan laga semifinal dengan cara yang berbeda, satu dengan dominasi penuh, satu lagi lewat drama di menit-menit akhir.

Laga yang akan digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, ini bukan sekadar perebutan trofi biasa. Ini adalah pertemuan pertama kedua negara di final Piala Dunia sepanjang sejarah, sekaligus ajang pembuktian setelah rencana Finalissima keduanya batal digelar awal tahun ini.

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini bakal berlangsung dini hari karena perbedaan zona waktu dengan Amerika Serikat. Supaya tidak sampai kelewatan momen penentuan juara dunia, berikut jadwal lengkap final Piala Dunia 2026 beserta segala hal yang perlu diketahui.

Jadwal Final Piala Dunia 2026

Berdasarkan jadwal resmi FIFA, partai puncak Spanyol melawan Argentina akan dimainkan pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu Amerika Serikat, dengan kick off pukul 15.00 waktu setempat (ET) di MetLife Stadium.

Karena selisih waktu itu, penonton di Indonesia baru bisa menyaksikannya pada dini hari keesokan harinya. Berikut rincian jadwal final Spanyol vs Argentina untuk tiga zona waktu di Tanah Air.

  • Waktu Indonesia Barat (WIB): Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 dini hari.
  • Waktu Indonesia Tengah (WITA): Senin, 20 Juli 2026, pukul 03.00 dini hari.
  • Waktu Indonesia Timur (WIT): Senin, 20 Juli 2026, pukul 04.00 dini hari.

Penonton di Indonesia bisa menyaksikan siaran langsung final ini secara gratis melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport, dua kanal yang memegang hak siar eksklusif Piala Dunia 2026 di Indonesia lewat siaran digital terestrial.

Selain lewat televisi, laga ini juga bisa disaksikan lewat platform streaming resmi mitra TVRI, yaitu FolaPlay yang dapat diakses gratis melalui aplikasi maupun situs resminya, serta MAXstream milik Telkomsel yang mensyaratkan langganan paket tertentu untuk bisa menonton.

Perebutan Juara Ketiga

Sebelum partai puncak digelar, publik Indonesia lebih dulu disuguhi laga perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Prancis melawan Inggris.

Kedua tim Eropa ini harus mengubur mimpi ke final usai sama-sama kalah dari calon finalis di babak semifinal. Laga hiburan ini dijadwalkan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, venue yang sebelumnya juga menjadi lokasi sejumlah laga fase gugur.

Pertandingan ini digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026 waktu setempat, dengan kick off pukul 17.00 ET. Bagi penonton Indonesia, laga ini jatuh pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.

Meski gagal melaju ke partai puncak, kedua tim dipastikan tetap tampil maksimal demi mengakhiri perjalanan mereka di turnamen dengan hasil positif.

Jalan Panjang Spanyol Menuju Partai Puncak

Skuad asuhan Luis de la Fuente tampil konsisten sejak fase grup hingga akhirnya melaju ke final untuk kali pertama sejak juara dunia 2010.

La Furia Roja memastikan tiket ke partai puncak usai menundukkan Prancis dengan skor telak 2-0 pada laga semifinal. Mikel Oyarzabal membuka keunggulan lewat eksekusi penalti, sebelum Pedro Porro menggandakan keunggulan di babak kedua sekaligus memastikan lini pertahanan Spanyol yang dikawal Unai Simon tidak kebobolan sepanjang laga.

Sepanjang babak gugur, lini belakang Spanyol tampil sangat solid, membuktikan organisasi bertahan yang rapi menjadi salah satu kekuatan utama tim ini menuju final.

Kombinasi penguasaan bola yang matang serta kecepatan dari sektor sayap, salah satunya lewat penampilan konsisten Lamine Yamal, membuat lawan-lawan Spanyol kesulitan membongkar pertahanan mereka sepanjang turnamen.

Perjalanan Argentina Merengkuh Tiket Final

Berbeda dari Spanyol yang melenggang lebih mulus, Argentina harus melalui jalan yang jauh lebih terjal sebelum memastikan diri lolos ke partai puncak.

Skuad besutan Lionel Scaloni sempat tertinggal lebih dulu saat menghadapi Inggris di semifinal. Namun mental juara bertahan kembali ditunjukkan lewat gol penyeimbang Enzo Fernandez di menit ke-85, sebelum Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan tak lama berselang di masa tambahan waktu babak kedua sehingga Argentina menang 2-1.

Kapten Lionel Messi menjadi otak di balik kebangkitan dramatis itu lewat dua assist krusial, satu untuk gol penyeimbang Fernandez dan satu lagi lewat umpan silang yang disundul Martinez menjadi gol kemenangan.

Hasil ini membawa Argentina satu langkah lagi menuju status juara bertahan sekaligus berpeluang menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia secara beruntun sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Prediksi Susunan Pemain Spanyol Vs Argentina

Kedua pelatih diperkirakan bakal menurunkan formasi terbaik mereka demi meraih trofi paling bergengsi di sepak bola dunia ini. Berikut prediksi susunan pemain kedua tim berdasarkan performa mereka sepanjang turnamen, dengan catatan perubahan tetap mungkin terjadi menjelang laga tergantung kondisi fisik pemain.

Spanyol diprediksi memakai formasi 4-3-3 dengan Unai Simon di bawah mistar, dibantu Pedro Porro dan Aymeric Laporte di lini belakang, Rodri serta Pedri mengatur tempo permainan, dan trio Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Alex Baena di lini depan.

Argentina kemungkinan tetap setia dengan formasi 4-3-3, diawali Emiliano Martinez di bawah mistar, Cristian Romero dan Nicolas Otamendi menjaga jantung pertahanan, Enzo Fernandez mengatur ritme permainan, sementara Lionel Messi bersama Julian Alvarez memimpin lini serang.

Rekor Head to Head Spanyol Vs Argentina

Meski sama-sama melangkah ke partai puncak, kedua negara ternyata punya catatan pertemuan yang cukup panjang di berbagai ajang internasional.

Sepanjang sejarah, Spanyol dan Argentina sudah empat belas kali bertemu di berbagai kompetisi resmi maupun laga persahabatan. Hasilnya sangat berimbang, masing-masing negara mengoleksi enam kemenangan, sementara dua pertemuan lainnya berakhir imbang.

Namun di ajang Piala Dunia, kedua tim baru sekali berjumpa, yakni pada edisi 1966 di fase grup. Kala itu Argentina menang tipis 2-1 berkat dua gol Luis Artime, sementara satu gol balasan Spanyol dicetak oleh Pirri. Argentina kemudian melaju ke perempat final sebelum tersingkir oleh Inggris, sedangkan Spanyol tersingkir di fase grup.

Pertemuan terakhir kedua tim di luar Piala Dunia justru menjadi mimpi buruk bagi Argentina, karena mereka takluk 6-1 dari Spanyol pada laga uji coba di Madrid, Maret 2018, dengan Isco mencetak hat-trick.

Sejarah panjang itu diperkirakan tidak akan terlalu berpengaruh pada laga final kali ini, mengingat komposisi pemain kedua tim sudah jauh berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Yang pasti, final Piala Dunia 2026 tercatat sebagai pertemuan pertama Spanyol dan Argentina di partai puncak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan ini.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *